Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Apes Banget Main Futsal Hari Ini

[Artikel 144#, kategori futsal] Tidak pernah membayangkan sama sekali jika bola yang saya tendang ke rekan tidak bisa sampai sama sekali. Entah itu operan atau umpan lambung. Semua mentok dan serba salah. Apa yang terjadi main Senin sore ini (8/7)?

Tidak habis pikir dan akhirnya saya menyerah, lalu bergegeas ke luar lapangan sambil minta diganti. Payah, kesal sendiri dan tidak tahu apa yang terjadi. Waktu itu rasanya baru main kurang dari 10 menit. Rekan-rekan sampai heran saya keluar lebih cepat.

Apakah cedera?

Tidak-tidak. Saya baik-baik saja. Meski lutut saya bermasalah karena terlalu intens bermain, itu bukan alasan mengapa kali ini bermain buruk.

Mood nggak baik?

Ini juga bukan alasannya. Saya banyak waktu istirahat sebelum tiba ke lapangan sore ini. Bahkan, saya masih bisa pemanasan terlebih dahulu sebelum bermain.

Saya pikir akan terlambat. Namun, tidak. Sebelumnya di rumah, saya banyak menghabiskan waktu membaca komik sambil nunggu tiba untuk pergi ke lapangan dengan bersepeda. Mood saya baik-baik saja tentunya.

Tidak tahu apa yang terjadi?

Karna 2 alasan tersebut tidak ada, sepertinya saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi sore itu. Meski begitu, saya tetap bermain lagi saat ada kesempatan.

Dari kejadian ini, saya sedikit mengubah kemampuan yang biasa saya lakukan dari kanan. Entah itu driblling maupun passing. Saya menaruhnya dibagian tubuh kiri.

Rasanya semua kembali baik-baik saja. Pergerakan saya lebih baik dan perasaan saya kembali. Yasudahlah, mungkin itu jawabannya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini