Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kembali Futsal Hari Senin Sore

[Artikel 141#, kategori futsal] Niatnya mengurangi bermain karena dirasa berat kalau seminggu sampai 3 kali main. Eh kemarin akhirnya malah kembali bermain. Menyenangkan sih, meski harap-harap cemas juga.

Bulan Mei ini benar-benar beruntung. Main futsal aja kudu dibayarin sama orang-orang. Termasuk hari Senin sore kemarin (20/5). Saya menyerah ketika beliau kembali mengajak bermain setelah Senin sebelumnya saya menolaknya.

10 ribu

Saya tahu bayar iurannya hanya 10 ribu, tapi saya benar-benar nggak punya uang segitu. Apalagi bulan ini tidak ada uang lebih yang biasanya diberi bulanan oleh pemilik rumah untuk bayar pengelauran semacam PDAM, kebersihan dan keamanan tempat tinggal.

Biasanya ada tuh sisa-sisa pembayaran bulanan meski tidak seberapa. Entah kenapa bulan ini tidak dibayar. Ah sudahlah.

Selalu menyenangkan

Tentu, saja. Kembali ke lapangan outdoor di sini adalah kesenangan. Berangkat dari rumah sebelum jam 4 sore dengan sepeda adalah kegembiraan juga. Semarang memang panas, tapi buat yang terbiasa, tentu tidak masalah.

Saat tiba, orang-orang masih tidak banyak. Wajah-wajah yang familiar karna saya sudah bermain beberapa bulan bersama mereka dari tahun lalu. 

Selama bermain di sini, saya jarang menjadi kiper. Kebenaran ada stok kiper di sini, jadi tidak perlu ada kiper dadakan seperti yang saya lakukan tiap hari Selasa atau Kamis.

...

Jika saya harus memilih untuk tidak bermain lagi atau bermain kembali, mungkin saya tidak ingin bermain lagi hari Senin. Saya bukan mengeluh jauh jarak atau waktunya tidak sempat.

Saya hanya ingin mengurangi resiko apabila cedera dan seminggu tiga kali rasanya sudah berat untuk tubuh saya sebenarnya. Tapi, demi beliau yang mengajak saya, apa boleh buat.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini