Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Hari Kamis, Lecet Lagi

[Artikel 137#, kategori futsal] Bulan Maret saya sudah berdamai dengan diri saya tentang posisi bermain sebagai kiper. Saya menikmatinya dan tidak mengeluh untuk berdiri di bawah tiang gawang. Bahkan, jika sampai harus cedera pun, saya akan tetap menjadi kiper saja.

Sebagai kiper amatir, tidak terelakkan cedera lebih banyak menghampiri. Termasuk lecet di bagian kaki. Seperti yang terjadi hari kamis kemarin (21/3). Sakit yang terasa, baru terlihat esok harinya jika itu lecet.

Ini bukan kali pertama memang, hanya saja lecet begini akan sering saya dapatkan. Padahal kaos kaki yang saya gunakan cukup panjang, meski tidak menutupi sampai bagian yang lecet tersebut.

Lalu, saya lupa semenjak mengganti minyak urut ke krim otot, bagaimana menangani lecet seperti ini. Nggak mungkin kan menaruh krim otot yang sangat panas di sana. Itu (lecet) hanya butuh waktu saja menjadi kering dan terkelupas.

Ah, sial. Saya jadi bingung sendiri. Hahah..

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini