Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Terakhir di Tahun 2023, Saya Menyukainya

[Artikel 132#, kategori futsal] Dua kali jadi kiper dan sekali bermain bukan sebagai kiper. Futsal terakhir tahun 2023 jatuh pada hari Kamis (28/12). Perasaan saya sangat bagus malam ini. Apalagi sepanjang permainan, saya hanya kebobolan sekali saja.

Tidak terasa, sudah sampai di sini juga. Satu tahun berlalu begitu saja. Banyak hal terjadi, dan momen yang saya tidak akan lupakan adalah cedera hamstring yang kali pertama dirasakan. Lebih dari sebulan itu menemanin.

Benar-benar tidak nyaman saat bermain. Beberapa rekan juga menyarankan untuk membawanya ke tukang pijat, hanya saja saya tidak dalam kondisi keuangan yang baik sepanjang tahun.

Tim hari ini tidak terlalu banyak seperti awal bulan. Entah kenapa semangat awal bulan tidak bisa kembali dibawa di akhir bulan. Apakah itu karena menjelang akhir tahun? Di mana orang-orang sedang mempersiapkan liburan? Atau malah sudah berlibur ke luar Kota Semarang?

Momen cetak gol

Ketika ada rekan satu tim meminta menjadi kiper, saya sangat menyukainya. Posisi saya sebenarnya memang bukan penjaga gawang, namun karena pilihan di bawah mistar terbatas, saya terkadang mengambil posisi tersebut.

Kesempatan bermain diposisi asli tentu tidak saya sia-siakan. Saya menggiring bola, melewati lawan dan mengumpan rekan-rekan satu tim saya.

Yang menambah perasaan bahagia kali ini adalah saat saya melewati 2 pemain lawan dan kemudian melepaskan tembakan dan gol. Saya rasa itu permainan kelas dunia. Kiper seakan tidak berdaya karena posisinya sudah satu lawan satu dengan saya.

...

Terima kasih tahun 2023. Perjalanan yang tidak mudah, tapi sangat menyenangkan apapun cerita dibaliknya. Selamat Tahun Baru 2024. Sehat selalu badan dan kita semua. Mari gasss kalender baru dengan siap kembali ke lapangan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini