Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Lutut yang Berbunyi

[Artikel 128#, kategori futsal] Ada-ada saja yang menghinggapi, meski ini bukan kali pertama. Setelah lutut kanan pernah ngalamin dan sudah baik-baik saja, sekarang malah lutut kiri. Suaranya benar-benar kedengaran apabila menaiki anak tangga. Duh, apa lagi sih.

Kretek..kretek mungkin wajar untuk beberapa pergelangan kaki karena otot sedang berinteraksi. Namun tidak wajar kalau lutut yang tidak pernah ada suaranya ikut berbunyi.

Lutut kiri

Dulu awal-awal bunyi di lutut kanan, saya sempat khawatir. Saya tanya sama rekan-rekan futsal lewat grup WhatsApp, mereka menyarankan pergi ke dokter.

Bukan nggak ingin kenapa-kenapa, tapi isi dompetnya yang tidak ada apa-apa. Mengandalkan BPJS? Jangan harap dulu sekarang.

Namun, beberapa bulan kemudian suara itu hilang. Memang tidak ada dampak sama sekali, hanya tetap saja saya merasa khawatir.

Sekarang, semenjak cedera hamstring menghampiri awal bulan November, suara yang sama kembali datang. Hanya saja pindah ke lutut kiri. Jika sedang main futsal, suaranya tidak ada. Bunyi lututnya hanya terdengar saat melangkan naik anak tangga saja.

Setiap hari, saya mengolesinya dengan obat semacam salep. Sudah beberapa bulan urusan cedera saya serahkan sama HotInCream. Meninggalkan minyak GPU yang biasanya dipakai.

Ah, maaf saya ada menyebut merek di atas. Ini bukan konten berbayar atau kerja sama. Saya hanya mengatakannya saja.

...

Saya harap lekas kembali normal. Meski dampaknya tidak besar, saya tetap khawatir. Masa depan tidak akan ada yang tahu, dan berharap sudah mencegahnya sejak awal.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini