Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal hari Senin, Lega Bisa Kembali Tapi Masih Hati-hati

[Artikel 127#, kategori futsal] Ternyata minat orang-orang terhadap futsal semakin memudar. Saya pikir hanya terjadi pada tim yang saya ikuti hari Selasa atau Kamis (sekarang malah rame), tapi juga pada hari Senin sore. Saya kembali ke lapangan akhirnya.

Sempat absen Senin minggu lalu karena cedera, akhirnya saya lega hari ini sudah bisa kembali (20/11). Meski sebenarnya saya sudah memaksakan diri beberapa hari sebelumnya pada hari Kamis.

Mulai sepi?

Saya sedikit menyesal meninggalkan Sening minggu lalu karena saat ngobrol dengan rekan futsal disela-sela usai bermain, mereka bermain hanya 5 lawan 5 saja. Tidak ada pengganti saat itu.

Entahlah, saya bingung menanggapi hal ini karena seperti saya bilang, tim hari lain yang saya ikuti juga mengalaminya.

Apakah itu dampak dari orang-orang bermain mini soccer? Atau memang sedang ada kesibukan saja. Sama seperti saya yang mengalami cedera dari 2 minggu lalu.

Mungkin pikiran saya saja yang terlalu berlebihan dan menganggapnya seperti keharusan. Padahal bermain futsal hanyalah sekedar hobi yang mendatangkan kesenangan pribadi.

Bukan sebuah klub resmi yang di dalamnya mengontrak kami sebagai pemain profesional. Maka jangan heran, prioritas tidak utama di sini karena sekedar kesenangan. Berbeda apabila kita dibayar dan digaji.

...

Selamat datang kembali diri saya ke lapangan. Meski perasaan sangat baik, saya masih bermain dengan hati-hati. Apalagi rasa nyeri masih terasa meski tidak begitu sakit.

Beruntung kaki saya bisa digunakan keduanya. Sehingga tidak kesulitan untuk menggunakan salah satunya. Hari ini kaki kiri saya lebih banyak saya pakai untuk mengumpan maupun menendang. 

Alhamdulillah, semoga dijauhkan dari cedera dan kembali normal seperti biasanya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini