Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Giliran Jempol Kaki Kanan yang Cedera

[Artikel 123#, kategori futsal] Ada-ada aja masalah cedera usai hari Kamis kemarin (7/9) nambah lagi cedera di jari tangan kanan. Sekarang malah ada di jempol kaki usai terkena sepakan rekan sendiri. Mari usap-usap dengan minyak GPU.

Selasa minggu kedua bulan September (12/9), sebenarnya saya masih punya cedera di bagian lutut kedua kaki yang tak kunjung sembuh. Di tambah hari Senin yang main begitu intens, tanpa sadar memberi tekangan pada lutut.

Bila dijumlah, ada 3 bagian tubuh yang cedera sebelum bermain dengan tim hari Selasa. Khusus tangan, saya memilih menghindari menjadi kiper agar tidak tambah parah.

Saya senang dengan posisi menjadi pemain biasa. Karena kemampuan saya bisa terlihat dan saya menikmatinya. Cedera pada kedua lutut tak menghalangi bagaimana saya melihat berbagai peluang.

Namun momen cedera jari kaki kanan yang ditunggu akhirnya tiba. Bermaksud menghalangi pergerakan lawan, yang ada malah saling menendang saat bola berada di depan kaki.

Naas, saya kalah dan tertendang. Musuh bisa lewat dan saya terpaksa menahan sakit. Tidak ada pelanggaran saat itu karena terlihat biasa saja.

Entah ada apa dengan nasib sial ini. Semoga saja lekas pulih. Beruntung main hari Kamis libur minggu ini. Jadi ada jeda waktu panjang untuk kembali merumput di lapangan (hari Senin depan).

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini