Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo, September 2023

[Artikel 122#, kategori catatan] Badan terasa berat pagi ini menyapa awal bulan September yang jatuh pada hari Jumat. Maklum, semalam habis futsal. Kamis terakhir di bulan Agustus. Menyenangkan sekali main semalam, plus ada yang fotoin kami saat bermain.

Pagi ini (1/9), bulan tampak terlihat besar di langit yang sudah terang. Apakah harus mengambil gambarnya saya pikir saat melihatnya. Semoga ini pertanda baik.

Rejeki yang terhambat

Meninggalkan bulan Agustus dengan berbagai acara yang tidak satu pun bisa dimonetisasi itu sangat tidak meng-enakkan. Ada saja yang menghambat rasanya.

Padahal ada beberapa event besar. Jangankan dihubungi, dilirik saja seperti niscaya. Apakah pengaruh dotsemarang semakin tenggelam saja.

Hutang

Sepanjang bulan Agustus saya memikirkannya. Bagaimana caranya saya bisa membayar hutang saya yang tidak saya lakukan. Untuk bulan September rasanya masih aman karena masih ada tabungan, entah bulan berikutnya.

Saya mau marah, tapi saudara saya menghilang bak ditelan bumi. Maksudnya nomor yang dihubungi sepertinya diblokir. 

Seorang yang pernah saya sangat cintai pun sulit membantu. Seakan masa lalu tidak pernah terjadi. Entah kenapa dulu saya menyukainya.

Bergelut

Tak banyak pendapatan yang saya dapatkan sebagai bloger bulan Agustus kemarin. Entah bagaimana dengan bulan September ini. 

Sepertinya pun, saya akan terus bergelut dalam pikiran bagaimana mendapatkan uang. Dulu alasan mengumpulkan uang untuk masa depan seperti pernikahan.

Sekarang, saya hanya ingin melunasi hutang dari SPinjam. Saya memang sedang tertekan, tapi saya masih tenang dan baik-baik saja. 

Apakah saya harus menjual motor yang sudah tidak pernah dipakai lagi yang berada di belakang rumah untuk menutupi hutang?

Semoga saja, tidak. Itu adalah motor pemberian.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini