Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ketidakmampuan

[Artikel 123#, kategori catatan] Ternyata sudah sampai di sini juga. Waktu yang terus berlalu, membuat sebagian orang melaju. Saya? Bertahan dengan ego dan makin tertinggal. Saya akui sudah tidak mudah dan sangat menderita apabila harus dipaksakan.

Dulu saat mengenal ekosistem bloger, saya sangat bersemangat sampai-sampai banyak mengorbankan banyak mimpi. Salah satunya kuliah. Saya tidak menyesal karena itu adalah keyakinan yang berdasar.

Namun entah kenapa saat ini, keyakinan itu perlahan sedikit memudar. Bukan karena saya sudah malas nulis atau tidak konsisten. Melainkan tekanannya seperti yang saya singgung di awal paragraf.

Pekerjaan untuk bloger sekarang tidak datang hanya dalam sebuah tulisan, tapi juga membuat cerita lewat video. 

Serba keterbatasan

Akhirnya saya menyalahkan keterbatasan yang saya miliki. Mulai dari perangkat yang kurang kompetibel hingga skill yang sebenarnya tidak masalah, hanya saja tuntutannya yang buat masalah.

Sebagai orang yang menjunjung tinggi konsistensi, pekerjaan di dotsemarang semua sudah terjadwal. Namun saat ada pekerjaan berbayar yang mengharuskan publish secepatnya, saya merasa terbebani.

Akhirnya semua jadi berantakan. Postingan dotsemarang keteteran, pekerjaan berbayar tidak dikerjakan secara maksimal. Saya harus memilih sekarang.

Ketidakmampuan

Rasanya tahun ini saya kalah segalanya. Terasa berat dan menjadi beban saat semua diambil demi agar dibayar. Semoga lekas bangkit diri saya atas ketidakmampuan yang saya alami sekarang. Sungguh, itu jadi dilema sekarang.

Maafkan saya di masa depan apabila kembali membaca ini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini