Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo Juli 2023

[Artikel 119#, kategori catatan] Awal bulan sudah sangat melelahkan saja. Sampai-sampai saya ingin dipijat tapi tetap nggak kesampaian. 'Ingat hutang spaypinjam kamu', bunyi suara di dalam otak kepala saya. Fiuh!!

Mengawali bulan Juli yang jatuh hari Sabtu, saya sedang tidak di Kota Semarang. Melainkan di Jogja. Seperti kemarin yang saya ceritakan jika pemilik rumah merayakan Iduladha di Kota Semarang, dan ini saya mengantarkan mereka kembali pulang.

Di Jogja hanya beberapa jam saja karena kami berangkat hari Jumat dan Sabtu-nya sudah pulang kembali. Karena harus menyetir bolak-balik, fisik saya terasa melelahkan.

180 derajat

Dalam perjalanan saya memikirkan diri saya dengan keluarga sendiri (kandung) bak bumi dan langit. Ini benar-benar 180 derajat.

Di Kota Semarang seolah saya hidup bahagia, sedangkan keluarga sendiri rasanya menyedihkan. Tapi, mereka tidak menghargai saya. Antara kasihan tapi dongkol. Nasib orang miskin yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Bulan Juli ini, usia saya adalah 37 tahun. Saya hanya ingin hidup tenang tanpa gangguan meski terkadang iri melihat orang-orang berpasangan.

Saya tahu, belum sempurna menjadi pria bila belum menikah. Saya masih terlalu khawatir bagaimana menjalanin nanti jika sudah menikah. Saya tidak memiliki back-up yang saat diperlukan bisa membantu. Hidup sendiri saja masih susah, malah jerumusin anak orang yang hidup bahagia sejak lahir bersama ortunya.

📝 Backup : keluarga 

Menjaga gairah

Dengan semakin seringnya ke Jogja, harapan saya bulan baru ini adalah tetap bisa menjaga gairah dotsemarang yang akhir-akhir ini sering ditinggalkan.

Saya sulit konsisten, apalagi saat keluar kota atau kelelahan karena futsal. Padahal dotsemarang sangat penting buat saya yang menjadi alasan saya bisa bertahan di Kota Semarang.

Mari menyambut bulan Juli dengan penuh semangat meski tubuh terasa lelah. Sehat selalu buat saya yang masih belum bisa ganti hape baru tahun ini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini