Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo Juli 2022

[Artikel 105#, kategori catatan] Rasanya saya sedang seperti mengulang keadaan. Satu sisi menggembirakan karena pendapatan lumayan datang. Namun sisi lainnya, orang-orang tanpa berperasaan datang sekedar meminta belas kasihan. Mereka pikir saya tempat tabungan mereka.

Halo saya di bulan Juli tahun 2022. Perasaan pagi ini sangat baik. Bila tahun lalu jatuh pada hari Kamis, tanggal 1 Juli tahun ini jatuh pada hari Jumat. Entah, apakah ini hari baik atau sebaliknya. Saya harap yang terbaik saja.

Lupakan resolusi

Bicara resolusi tahun ini untuk memegang hape baru, rasanya sudah tidak bisa. Akhirnya malah saya kembali menggunakan hape lawas yang pernah saya pakai, Zenfone 2.

Saya tidak mengerti mengapa takdir mengembalikan saya seperti tahun 2015 saat pertama kali menggunakan hape yang diberi ASUS.

Banyak hal yang terjadi di bulan Juni, terutama orang yang masih dianggap saudara dan satu darah. Niat baik ternyata kembali dikhianati.

Tanpa perasaan

Dia datang dengan status sebagai teman meski punya cerita indah tentang hubungan. Apa yang saya lakuin dianggap teman, namun mendadak dianggap bukan siapa-siapa. Wataknya tidak berubah, ini yang saya khawatirkan dari manusia kala sudah salah.

Mereka tahu sudah melenceng jauh, tapi tetap aja tidak ada niat berubah. Saya semakin membencinya setelah saya kembali membantunya karena ia memohon. 

Ada apa dengan mereka. Bukan hanya dia, tapi saudara saya. Saya sering bilang, jangan rusak kepercayaan saya. Itu lebih mahal dari uang. Karena kalian melakukannya, saya tidak akan terlibat dengan kehidupan kalian lagi.

Lebih sibuk

Lembaran baru awal bulan kembali dibuka. Beberapa kesibukan sudah menunggu dan sepertinya saya akan lebih bekerja keras. Semoga saja pemasukan juga lebih baik seperti bulan Juni.

Bismillah, saya niat ingin lebih baik lagi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini