Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mendadak Rame

[Artikel 43#, kategori rumah] Bunyi rington panggilan WhatsApp mendadak berbunyi. Nomornya tidak dikenal, namun saat diangkat terdengar akrab karena tahu nama saya. Tidak ada mendung tahu-tahu hujan, ternyata ada yang mau ke rumah dan menginap.

Semua serba mendadak tanpa ada jeda mencerna mengapa mereka tiba-tiba. Alhasil, tidak ada persiapan untuk menyiapkan segalanya. 

Ditambah muka lama yang juga ikut datang tanpa berkabar. Orang yang hanya menuruti si pemilik rumah, bukan saya yang membawanya masuk ke dalam.

Jadi rame

Ada satu keluarga datang malam-malam dari Jogja karena keberangkatan ke Samarinda hanya ada di Kota Semarang. Yang saya tahu mereka teman akrab pemilik rumah. Yasudah gunakan kamar-kamar yang memang tidak ada penghuninya bila pemilik tidak datang.

Rumah jadi rame pastinya. Malam yang dingin yang saya tinggalkan tidur terdengar lebih berisik dari malam-malam biasanya.

Siang hari esoknya pun demikian, satu sisi menyenangkan terdengar ramai. Tapi terkadang itu mengganggu, khususnya aktivitas karena merasa sungkan dengan orang yang tidak begitu dikenal.

Menjelang sore, satu keluarga yang datang dari Jogja harus sudah ke bandara. Ya, mereka hanya sebentar di Semarang.

...

Benar-benar ramai. Semenjak si bungsu datang, biasanya saya hanya berdua atau bertiga dengan temannya. Sekarang malah lebih dari 5 orang. 

Terima kasih sudah berkunjung ke tempat tinggal kami.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini