Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Rumah Rame, Tapi Bukan Keluarga yang Datang

[Artikel 42#, kategori rumah] Awal bulan Juli, rumah tampak rame lagi meski pasangan si bungsu pergi (baca balik). Ini karena ada rekan-rekan si bungsu yang datang untuk menghadiri acara pernikahan di Kota Semarang.

Dua hari ini agak sibuk karena harus membersihkan kamar yang akan dipakai para tamu. Tidak masalah, sudah biasa melakukan ini.

Yang paling penting, semoga saja mereka bisa mengikuti aturan 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'.

Tamu memang raja, tapi mereka bukan pemilik rumah. Semoga mereka mengerti bahwa rumah ini bukan penginapan atau hotel yang memiliki layanan kebersihan.

Gambar : Ilustrasi

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini