Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Jodoh itu seperti apa?

[Artikel 71#, kategori Cinta] Tidak sengaja melihat video di TikTok yang menceritakan tentang pertengkaran sepasang kekasih. Si perempuan mau pergi dengan raut wajah marah, sedangkan pria marah-marah tapi sebenarnya ingin membuat si perempuan tidak pergi.

Itu adalah potongan film The Notebook. Sepertinya pernah menonton film tersebut. Karena tertonton, saya malah dapat ide untuk menuliskan pikiran saya di halaman ini.

Seperti yang kamu baca, saya menuliskannya ini langsung dan sedang mengejar waktu juga. Sebentar lagi azan subuh dan saya harus bergegas ke kamar mandi.

Jodoh saya itu seperti apa ?

Jadi si pria mengungkapkan betapa dirinya apa adanya. Ia pemarah dan beginilah dia. Si perempuan tidak suka keadaannya kalau hanya terus bertengkar.

Lalu, si pria melanjutkan percakapan bahwa karena dirinya inilah kamu mencintaku katanya. Mengingatkanku dan selalu sabar menghadapiku. Aku menginginkan dirimu, selamanya. Intinya si pria tidak ingin berpisah, namun entahlah kenapa sambil marah-marah.

Video itu mematik alam bawah sadar saya tentang hubungan. Saya pernah memiliki hubungan dengan wanita yang sangat indah, tapi jarang bertengkar. Maksudnya bertengkar hebat. Kalau marah-marah biasa, ya sering juga.

Perempuan seperti itu ternyata bukan jodoh saya. Beberapa kali menemukan seperti kriteria seperti ini, saya tahu Tuhan mencarikan yang tipe lain.

Tuhan lalu mempertemukan dengan karakter yang berbeda dan mungkin dia. Kami sering bertengkar dan saya seperti biasa, berusaha mempertahankan.

Namun ujugnnya, tetap sama. Kami tetap berpisah. Sebesar apapun, sekuat menjaganya, dia memilih pergi dari saya.

Dua karakter yang Tuhan berikan, ternyata tetap bukan jodoh saya. Kalau semuanya bukan, lalu Tuhan mau berikan karakter perempuan yang gimana lagi? Perpaduan keduanya atau malah jodohnya sudah tidak ada buat saya?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini