Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hadir di acara Rakerkes by Dinas Kesehatan Kota Semarang

Kamis kemarin (20/7), Dinas Kesehatan Kota Semarang menginisiasi acara bertajuk Rapat Kerja Kesehatan yang disingkat Rakerkes. Selain dihadiri seluruh Puskesmas se-Kota Semarang, hadir pula direktur rumah sakit, akademisi, organisasi profesi, lintas sektoral hingga media. Termasuk kami, bloger.

Kalimat di atas itu saya ambil dari paragraf pertama blog dotsemarang yang sudah menayangkan artikelnya. Bisa dilihat di sini jika penasaran

Datang ke acara ini ibarat jodoh tidak kemana. Soalnya, saat diundang saya sempat menolak karena ada yang lebih kompeten dan punya kekuasaan dari sisi komunitas.

Apalah saya yang hanya personal dan blognya saja masih pakai blogspot. Gara-gara platform ini, banyak job melayang dan tersisih karena dianggap tidak kredible untuk kampanye pemasaran.

Sebenarnya sedih juga menolak undangan, apalagi tempat acaranya digelar di hotel yang saya incar sejak awal hotel ini berdiri. Hotel baru dan sebenarnya ada kenal sama orang dalam. 

Entah kenapa, tiap menghubungi dia (marketing), pesan wa saya hanya dibaca. Sudah setahun hotelnya berdiri dan kebanyakan memang hanya media yang sering diundang.

Oh ya, kembali soal acara DKK.

Saya pasrah karena saya sendiri yang menolak. Tapi esok harinya, undangan itu ternyata masih tertuju kepada saya. Nama yang saya sodorkan rupanya belum dihubungi. Saya bergembira karena saya bisa mendapatkan 2 sekaligus hal yang saya inginkan. Pergi ke acara DKK dan pertama kali ke hotel tersebut.

Acaranya sendiri 2 hari, Kamis dan Jumat. Saya pikir acara tidak begitu serius seperti acara-acara biasanya yang dibuat DKK bersama komunitas.

Eh, kok ada Wali Kota yang datang. Eh, ada sambutan Pak Menteri Kesehatan. Waduh.. ditambah Puskesmas se-Kota Semarang juga turut hadir. 

Dari tema acaranya juga memang sangat berbobot 'Transformasi Kesehatan Demi Wujudukan Semarang Semakin Sehat'. Nah, lho!

Sayangnya, hari kedua, saya sempat meninggalkan acara karena harus liputan final futsal Pornas Korpri XVI. Kalau liputan, acaranya provinsi, mau nggak mau harus pergi. 

Hari kedua sebenarnya lebih ke sisi diskusi, peserta dibagi 6 kelompok. Saya tidak enak sendiri meninggalkan kelompok saya yang diisi akademisi, media (suara Merdeka), Telkomsel dan sebagainya.

Bagian menarik hari kedua adalah ngobrol sama perwakilan dari Suara Merdeka yang hadir. Nanti deh, saya cerita kapan-kapan kalau pas ingat. Hahaha..

....

Senang sekali bisa hadir acara Dinas Kesehatan Kota Semarang. Saya harap dapat menuliskan semua hal yang dibagikan di sana nantinya di blog dotsemarang.

Ikut hadir di sini seperti sedang merancang masa depan Kota Semarang. Ide atau saran sangat diharapkan dari kegiatan ini. Tahun 2024, apakah Kota Semarang berhasil mewujudkan semakin sehat? 

Mari kita tunggu.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini