Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ada-ada saja Kerjaan

[Artikel 59#, kategori rumah] Kota ini sudah masuk musim hujan, lalu kenapa daun-daun malah berserakan lebih banyak. Ada-ada saja nambahin kerjaan yang membuat nggak enakan. Terutama sama tetangga, duh...mari bersih-bersih.

Jalan di samping rumah pagi hari tanpa sadar sudah banyak bertebaran daun di sana. Saya yang mulai jarang bersih-bersih, mau tidak mau akhirnya kembali ke rutinitas biasanya. 

Pasang pengaman di tangan

Cedera bermain futsal sangat berpengaruh dengan keseharian, seperti nyapu daun begini. Entah kenapa, tiap pegang sapu lini ini, jari jemari terasa sakit.

Mengakalinya, saya pakai pelindung jari yang biasanya saya pakai buat main diposisi kiper. Meski tidak membantu sepenuhnya, jari-jari setidaknya sakitnya sedikit lebih terasa.

Ada-ada saja kerjaan hari ini menjelang akhir bulan November.

Artikel terkait :


Komentar

Postingan populer dari blog ini