Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Manchester United yang Gagal Total di Liga Champions 2023/2024

[Artikel 128#, kategori MU] Baru kali ini lihat tim favorit di-bully tapi ikut senang. Berakhirnya pertandingan terakhir di fase grup saat bertemu Bayern Munchen, berakhir pula perjalanan Setan Merah di Liga Champions. Miris sekali rasanya.

Sudah lebih dari 2 bulan saya tidak menulis Manchester United di blog. Masalahnya tetap sama dan pelatih seakan tidak mengerti harus bagaimana menghadapi ruang ganti.

Tiap kesalahan yang didapatkan tim, saya pasti selalu ingat Mourinho. MU yang sekarang benar-benar absurd. Mungkin keluarnya ETH akan jadi balas dendam termanis yang akan saya rasakan kepada klub ini yang membuang banyak orang penting bagi saya.

Peringkat akhir klasmen 

MU berada di grup A bersama Bayern, Coopenghagen dan Galatasaray. Dari 6 pertandingan yang dimainkan, MU hanya menang sekali dan seri sekali. Sisanya kalah semua.

Sumber : X @championsleague

Hasilnya, klub idola semenjak era David Beckham ini terbenam di posisi juru kunci. Sangat menyedihkan untuk ukuran klub punya sejarah besar ini.

Saya tersenyum dan senang bukan berarti melupakan klub ini. Saya hanya ingin menunggu ETH saja keluar dengan kesalahan-kesalahan yang dia lakukan.

Saya membenci periode ini. Apalagi semenjak ETH membiarkan Ronaldo dan De Gea pergi. Jika manajemen sampai menahan ETH hingga musim depan, maka klub ini akan saya sumpahin untuk selalu sial.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini