Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Drama Sebelum Futsal Awal Bulan Maret

[Artikel 18#, kategori Lucu] Niatnya bagus. Sebelum ke lapangan futsal, rencananya saya menghampiri sebuah hotel yang menggelar acara launching menu bukber. Sama seperti minggu lalu sebelumnya, segala persiapan sudah semua. Langsung gass naik sepeda ke lokasi.

Selasa sore (5/3), saya sudah tiba di hotel yang dituju. Saya mencari tempat parkir namun sedikit kesulitan karena palang masuk roda dua buat kendaraan yang biasanya mudah saya lalui kali ini benar-benar sulit.

Jadinya, saya tanya ke orang hotel. Di mana saya bisa parkir sepeda saya? Oleh security hotel saya diarahkan ke bagian bawah yang biasanya tempat parkir roda dua. Namun kali ini berbeda karena ada ruang lain yang langsung mengarah ke lift hotel.

Drama dimulai

Dengan rasa percaya diri yang begitu tinggi, saya masuk ke hotel melewati karyawan-karyawan yang ada di pintu lift utama. Saya masuk ke lift lalu menekan nomor lantai yang sangat familiar.

Karena akan futsal, saya sudah bawa baju ganti. Jadinya saat lift sudah ke buka, saya bergegas menuju toilet. Semua tampak rapi dan familiar karena ini bukan kali pertama saya mengunjungi hotel.

Di sini drama terjadi. Usai telepon yang berdering, saya mencoba melihat kembali jadwal acara yang dibagikan oleh marketing hotel.

Lho..lho.... kok tanggalnya bukan hari ini??? Waduh, ini tanggalnya minggu depan ternyata. Wadidaw, saya salah waktu. Antara percaya nggak percaya, lalu bagaimana caranya keluar sekarang?

Beruntung saya hari itu memakai topi. Mungkin bila ini ada dalam adegan di film drama Korea, wajah saya sangat merah. Mau ketawa ngakak tapi masih malu. Ah sial.

Akhirnya pintu lift terbuka juga. Saya kembali melewati orang-orang hotel sebelumnya. Saya pura-pura sambil menyapa bahwa saya mau balik dulu sambil bilang orang rumah nyariin kunci yang saya bawa. Haha.. sial.

Karna kebodohan ini, rencana futsal saya jadi berantakan. Ditambah, rencana makan enak yang seharusnya saya dapatkan karena dari rumah sengaja nggak makan, terpaksa cari makan di angkringan saja. 

Masih ada beberapa jam lagi waktu bermain futsal. Entah saya mau kemana jadinya menghabiskan waktu begini. Selesai makan, saya memutuskan pergi ke Kota Lama saja. Lumayan lama di sana. 

Saya tidak percaya bahwa saya melakukan hal bodoh tersebut hari itu. Sepertinya tidak akan saya lupakan seumur hidup haha...

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini