Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tidak Sesuai Harapan

[Artikel 15#, kategori Lucu] Saya pikir akan mendapatkan kejutan tahun baru ini. Apalagi kotak kayu yang sangat besar dari biasanya yang saya dapatkan. Membayangkan perasaan saat membawanya ke kamar itu seperti anak kecil yang berhasil membeli permen yang diinginkan. Tapi setelah dibuka?

Tanggal 22 Desember 2020, malam yang sunyi terdengar suara hape yang sengaja ditaruh di dekat kepala. Pesan masuk dari seseorang yang saya kenal dan pernah bertemu di Lawang Sewu saat ada kegiatan liputan Indosat.

Bermaksud mengirimkan sesuatu untuk tahun baru, saya pikir itu mengejutkan karena diminta alamat rumah. Sekelas provider yang mengirimkan, siapa tidak tergiur coba. Apakah seperti parsel? Entahlah.

Kotak kayu di dekat pintu

Seminggu berlalu. Setelah menemani keluarga jalan-jalan seperti biasa, saya yang sedikit lelah sangat terkejut ada paket atau kotak kayu dekat pintu. Wow besar, apakah ini laptop? Ada nama saya pula.

Tak butuh waktu lama untuk segera membawanya ke kamar dan langsung mencari palu untuk membukanya. Perasaan bahagia benar-benar menyelimuti saat itu. Alhamdulillah...ada yang memberi.

Karena kotak kayunya besar, harapan untuk mendapatkan laptop harus saya singkirkan. Ini bukan dari ASUS Indonesia, tidak mungkin tentunya.

Saya terus menebak-nebak dan berharap setidaknya adalah kue kering atau toples dan kaleng yang berisi produk-produk yang berhubungan dengan makanan dan brand. Hape, ah bukan-bukan. Tepis saya membuang jauh-jauh harapan di kepala.

Kucewa

Hahahaha... ini memang benar-benar kejutan sih. Segede gaban gini kotak kayunya sudah membuat degdegan, bagaimana isinya. Setelah merobek-robek kardus di dalamnya yang terus mengecil, saya langsung shok.

Eh...mendadak mulut saya berteriak ala komik manhua. Apaan ini? Ada kaca pembesar, alat cungkil, dan terakhir kotak seperti akuarium dengan bentuk segitga bagian atasnya.

Saat membaca petunjuknya dari kertas buram, ini sih tanaman. Lalu apa sebenarnya maksudnya??? Saya masih bingung sebelum membuka keseluruhan kotak akuarium tersebut.

Astaga, ini disuruh nanam gitu maksudnya?? Suruh buat tanaman seperti main puzzle. Mengikuti intruksi dan membuatnya hidup (tanamannya).

Saya malah tertawa sendiri. Semua harapan saya langsung jatuh. Apa-apaan ini. Saya benar-benar tidak menyukai kiriman kali ini. Apalagi saya tidak suka merawat tanaman, selain memotong rumput di belakang rumah.





Saya mengerti maksudnya baik, termasuk tujuan dari pemberiannya. Hanya saja, harapan tentang kotak kayu yang selama ini dari ASUS juga lah yang membuat saya berharap terlalu tinggi. Haha.. ada-ada saja. Andai saya bisa buat video prank, mungkin akan dapat penghargaan.

..

Entahlah, apa yang dikirimkan si mbak atau perusahaan untuk awak media (dotsemarang masuk media dalam daftar mereka). Meski begitu saya tetap menghargai apa yang dikirimkan kepada saya. Terima kasih untuk kirimannya.

Saya yang terbiasa mendapatkan kiriman berupa kotak kayu dari ASUS terlalu jauh berharap kali ini. Sepertinya kebiasaan ini harus dihapuskan, biar tidak kecewa kalau ada lagi kotak kayu yang datang. 

Ngomong-ngomong soal tanamannya, saya berikan sama penghuni rumah lainnya. Dia berhasil merangkainya menjadi akuarium tanaman dan hidup. Luar biasa.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger