Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bersepeda Pertama Tahun 2021

[Artikel 23#, kategori sepeda] Tidak ada sesuatu yang istimewa malam pergantian tahun. Dia sibuk dengan dirinya sendiri dengan alasan pekerjaan. Saya, yaudah tidur saja. Seperti malam-malam tahun baru sebelumnya, tidur adalah pilihan. Dan paginya, langsung gass pooll bersepeda.

Jumat pagi (1/1/2021), saya bersyukur masih di bumi. Menikmati udara pagi yang diselingi bunyi roda sepeda. Langit-langit menjadi saksi ketika saya melakukan olahraga pagi di hari pertama di bulan Januari.

Untunglah cerah, bila tidak, saya pasti tidak bercerita ini di sini. Suasana pagi yang masih sunyi tidak membuat pekerja yang membersihkan jalan terlelap. Mereka sudah beraktivitas saja dengan sapunya.

Sambil ditemani musik di telinga, jalanan yang masih begitu sepi saya kira hanya saya saja yang melakukan olahraga seperti orang bodoh. Sendiri?

Ternyata, tidak. Ada beberapa orang juga ternyata yang berpikir sama dengan saya agar tubuh mereka tetap terjaga. Mereka juga mengayuh pedalnya, tak peduli suasana dingin menusuk raga mereka.

Terima kasih, Tuhan. Saya masih diberi kesempatan untuk bersepeda pertama kalinya tahun 2021. Semoga tubuh saya tetap sehat dan tetap bugar. Saya hanya ingin lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini