Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Pertama Tahun 2021

[Artikel 63#, kategori futsal] Saya masih datang terlambat hari ini, Kamis (7/1/2021). Padahal futsal perdana tahun 2021. Keluarga yang datang masih jadi tantangan untuk bebas memilih waktu. Mau gimana lagi, yang terpenting saya tidak melewatkan momen bermain kali ini.

Saya kembali membaca cerita setahun sebelumnya. Bila hari ini tantangannya adalah waktu bersama keluarga yang lebih banyak, maka tahun lalu saat datang ke lapangan futsal adalah hujan. 

Awal tahun 2021, tidak hujan saat menuju lapangan. Karena mengetahui bahwa sudah terlambat, mau tidak mau kali ini tidak memakai sepeda. Terpaksa pinjam roda dua orang rumah.

Tambah durasi

Akhir-akhir ini, durasi 2 jam bermain terasa kurang. Entah apakah karena jumlahnya yang lebih banyak atau perasaan kurang puas belum mengeluarkan performa di atas lapangan.

Koordinator lapangan, mas Panji, akhirnya meminta tambahan durasi waktu 30 menit. Sayangnya, hari ini saya tidak ikut bagian penambahan waktu tersebut. Antara lelah dan sudah lepas sepatu.

Tumben tidak jadi kiper

Meski tubuhnya sedikit bongsor, mas kiper bisa dikatakan bermain apik. Tidak salah jika selalu memakai sarung tangan adalah caranya memperlihatkan kemampuan.

Karena ada kiper, saya jadi senang karena bisa tetap fokus bermain. Sesederhana itu bahagia, mengingat bila tidak yang mau jadi kiper, saya selalu berinisiatif berdiri di bawah tiang.

...

Beberapa hari kemudian, kekhawatiran tentang bermain futsal mendadak lebih besar dari sekedar hujan atau datang terlambat. Pemerintah memperketat pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Semarang adalah salah satu yang turut terdampak.

Apakah pembatasan waktu di tempat futsal bakal berimbas?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini