Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Perdana Tahun 2019


[Artikel 24#, kategori futsal] Tidak terasa, jumat pertama di awal Januari tahun 2019 merupakan satu tahun perjalanan saya bermain futsal. Memang ini bukan sebuah klub profesional. Mungkin hanya sebuah wadah perkumpulan dan kebenaran saya ada di dalamnya. Ikut bermain, bersenang-senang dan mencari keringat.

Satu tahun tidak terasa bahwa waktu berlalu itu sangat menyenangkan. Bahkan, saya selalu menanti untuk tiba hari jumat lagi. Maka jangan heran melihat saya sudah berada di lokasi futsal sebelum yang lain datang.

Bintang

Kalau nggak salah ini adalah nama bos Hero coffee Semarang yang lokasi tempatnya berada di Kota Lama. Jumat ini (4/1/2019), dia ikut bermain dengan kami. 

Wah mas Bintang rupanya sangat jago. Saya beberapa kali dikolongin. Tendanganya kencang. Meski tubuhnya sudah tidak atletis, gerakannya mampu melewati beberapa orang. Luar biasa. Saya harap, mas Bintang bisa ikut rutin dengan kami.

Kehadiran mas Bintang ini merupakan tindak lanjut saat saya bersama rekan bloger dari Surabaya, Cak Wigi, mampir ke tempatnya. Kami mengobrol dan saya mendengarkan bagaimana antusias mas Bintang yang ingin bermain tapi tidak tahu menyalurkan hasratnya.

Ini seperti mengingatkan saya awal-awal diajak sama mas Adit untuk ikut bergabung. Senang bisa bertemu dengan orang-orang baik selama saya hidup.

Perdana tahun 2019

Sempat degdegan juga karena bawa teman. Takut nggak jadi karena sudah meyakinkan orang tersebut untuk ikut bermain. Pada akhirnya waktu terbuang hingga setengah jam karena menunggu orang-orang lengkap dulu.

Hanya ada 1 pemain cadangan malam itu. Rasa khawatir sirna setelah bermain. Mengandalkan satu pemain cadangan memang sebuah kesalahan. Ya, tidak ada pergantian pemain dan itu sangat melelahkan.


...

Saya selalu antusias menantikan hari jumat. Meski harus sering kandas saat tiba di lapangan karena orangnya yang tidak cukup, saya berusaha untuk optimis.

Tim yang kebanyakan diisi kokoh-kokoh ini memang hampir semuanya pekerja. Bahkan, mereka ada yang baru pulang dari luar kota atau pulang kerja. Saya harus maklum dengan keterbatasan waktu namun mereka tetap datang. Itu luar biasa dan saya belajar dari itu.

Selamat datang hari Jumat kembali dan berharap tahun 2019, tidak ada cedera dan antusias bermain tetap tinggi. Selalu diberikan kesehatan, baik buat saya sendiri maupun rekan-rekan futsal.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini