Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mendadak Dihubungi, Resiko Menjadi Bloger


Beberapa kali terlibat dalam aktivitas bersama bloger dengan waktu yang tidak masuk akal. Paling cepat dihubungi 1 jam sebelum acara. Risiko memang tapi begitulah dalam dunia blogging yang saya lakukan.

Saya baru selesai makan siang dan itu sangat kenyang hari itu. Chat masuk, dan seseorang bertanya apakah saya bisa ikut dalam aktivitasnya.

Saya pikir sudah menolaknya karena beberapa alasan seperti lokasinya yang bukan kawasan Semarang bawah dan lagi, mengulas tempat makan. Apa tempat makan? Makan lagi, itu pikiran gila saya.

Saya memikirkan keraguan diri saya apakah ingin hadir sekedar membantu karena pernah mengalami hal sama kekurangan orang, atau benar-benar menolak karena alasan di atas sudah mendukung saya untuk tidak pergi.

Akhirnya pikiran itu menyetujui. Meski hanya demi mengisi kuota yang kurang jumlah blogernya, dibalik kata mengisi tersebut, saya hanya ingin menghormati orang yang mengundang.

...

Ya, saya tiba di tempat yang dituju dengan menggunakan transportasi online. Dengan keadaan masih perut kenyang dan mood belum stabil karena persiapan yang benar-benar mepet.

Begitulah dunia blogging yang jalani di kota Semarang. Kadang menyenangkan, kadang pula buat gregetan dan penuh tantangan. 

Harus berani mengambil risiko dan cepat mengambil keputusan. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini