Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menyerah Untuk Hari Ini


[Artikel 20#, kategori cinta] Saya ingin masalah tetap hidup dalam beberapa hari ini. Kita lihat saja, siapa yang duluan menyerah dan meminta maaf. Saya sudah berpengalaman berada diposisi ini untuk menjaga harga diri saya dan martabat sebagai pria.

Perasaan saya bergejolak. Saya ingin didengar, dimengerti dan kamu mengerti. Yang terjadi sebaliknya. Kamu lebih galak, lebih marah, tidak ingin disakiti dan berubah dari apa yang selama ini ditunjukkan.

Ingin saya mendiamkan dirimu dan bersenang-senang dengan cukup waktu yang lama agar kamu memohon-mohon maaf kepadaku. Meski resikonya galau akan mengalahkan awan gelap yang bergulung-gulung sebelum turun hujan.

Ada dua pilihan yang saya pikirkan, bila saya memulai pembicaraan, saya akan semakin menyukaimu dan tidak rela kamu pergi. Tapi saya akan memulainya seolah tidak terjadi apa-apa. Bicara seperti biasa tanpa dosa.

Pilihan kedua, saya benar-benar membiarkan kamu tanpa kata dan bicara. Biar saja kamu marah, sedih atau malah bersenang-senang dibalik kegalauanmu. Akan lama berbaikan? Tentu saja. Saya orang pendendam sebenarnya.

Menyerah untuk hari ini

Tapi saya akhirnya memilih yang pertama. Menurunkan harga diri dengan harapan hubungan ini menjadi lebih dewasa. Buat saya, buat kita dan buat lainnya.

Biarkan saya terluka karena perasaan menyerah ini. Saya mengingat cinta yang sudah kamu berikan. Mengingat hubungan yang masih bau kencur dan mengingat kemauan keras, di mana ciri-ciri tersebut yang selama ini aku cari pada seorang wanita.

Menyerah untuk hari ini adalah kebaikan.
Gambar : Ilustrasi

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini