Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Selamat Tahun Baru 2019


[Artikel 54#, kategori catatan] Saya mengawali hari bahagia di hari pertama tahun 2019. Sungguh saya ingin bercerita untuk itu. Namun sebelum saya bagi, entah kapan, saya ingin mengucapkan selamat tahun baru.

Malam pergantian tahun kali ini jatuh pada hari Selasa. Rencanya saya akan pergi meliput sebuah momen yang bakal diingat banyak orang oleh pemkot Semarang. Sayang tidak jadi, cuaca yang tidak bersahabat pun mendukung alasan untuk tidak pergi.

Tahun kelima 

Salah satu alasan kenapa harus menulis blog adalah kita dapat membongkar file lama yang menceritakan tentang apa yang terjadi di masa lalu.

Begitu rupanya, dan saya pun mundur setahun lalu dimana saya menulis apa yang terjadi pada malam pergantian tahun.

Ini adalah Tahun kelima saya menghabiskan malam tahun baru di rumah. Sama seperti tahun lalu momennya, rumah sepi dan orang rumah pada ke Jogja. Ceritanya kok sama yah.

Tidur awal

Apakah hidup saya benar-benar membosankan sampai harus kembali memutuskan tidur awal. Padahal perasaan saya sedang berbunga-bunga malam itu. Perasaan yang lama saya nanti dan kini sudah tiba untuk mengisi.

Pukul 8 malam kurang, saya tertidur dan bangun tepat pukul 12 malam. Suara dentuman dari segala penjuru arah yang saling bertautan seakan menjadi alarm. Ya, saya bangun.

Sempat melihat momen pesta kembang api dari lantai atas. Cuaca masih gerimis saat itu. Menguji performa kamera Zenfone Max Pro M2 sempat berpikir ke sana. Namun pada akhirnya, memotret beberapa kali dan tidak jadi.

Selamat tahun baru

Dari bangun jam 12 malam atau dini hari tersebut, saya sampai paginya tidak tidur. Selalu menjadi pantangan untuk istirahat saat matahari bersinar. Ya, bisa dihitung waktu saya melek hingga kembali istirahat jam 8 malam kurang kembali.

Selamat tahun baru untuk semua orang. Harapan baru, resolusi baru dan mimpi baru. Keinginan yang belum tercapai, semoga dapat tersampaikan di tahun 2019.

...

Tidak ada suka cita berlebihan selain berdoa kepada yang maha Kuasa. Tahajud pertama tahun ini, semoga membuat saya lebih baik mengarungi waktu di tahun 2019.

Selamat datang 2019, selamat tinggal 2018.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini