Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal: Jumat, Jakarta dan Hujan


[Artikel 26#, kategori futsal] Tubuh masih terasa letih meski sudah dua jam lebih turun dari pesawat. Semangat besar buat bermain futsal dari Jakarta pagi harinya hilang begitu saja. Ditambah hujan yang dari tadi menemani saat kepulangan dari bandara masih tak kunjung reda. Apakah futsal kali ini sesuai harapan?

Jumat (18/1) pekan ketiga bulan Januari, aktivitas futsal tidak berhenti meski baru pulang dari Jakarta sore hari. Hari yang selalu dinanti, karena tubuh bukan saja dibuat sehat tapi juga bahagia.

Menjadi kiper

Beberapa waktu, saya mulai sering menerima posisi kiper saat tidak ada kiper yang biasanya nimbrung. Tidak hebat juga, hanya menaruh tubuh di bawah tiang agar permainan segera dimulai. Beberapa pekan ini, selalu bermain jam 7 lebih soalnya. Main malam. Kalau gak ada yang ngambil posisi, bakal lama lagi mainnya.

Loncat sana, loncat sini. Terjang sana dan terjang sini. Begitu saya coba menjadi kiper meski terlihat aneh dan membuat gelak tawa karena terlihat berlebihan.

Saya sempat waswas dan mengatakan dalam diri saat tahu, kepala saya tidak membentur tiang saat menangkis bola hingga jatuh ke belakang. Saya langsung memikirkan aneh-aneh, terutama stroke.

Tubuh yang kurang fit

Maksud hati untuk menjaga fisik agar tidak cepat letih dengan menjadi kiper, ternyata tetap saja tubuh kurang fit. Efek kepulangan dari Jakarta benar-benar menguras fisik, terutama pikiran.

Saat tiba berganti posisi menjadi pemain, saya beberapa kali berhenti bermain dan diganti. Luar biasa lelahnya. Semacam mau muntah waktu itu.

Pada akhirnya, waktu yang tersisa kurang dari 20 menit, saya tidak optimal dalam bermain. Bukan saya seperti biasanya dan itu merusak suasana hati saya.

...

Saya sangat bersyukur bahwa saya masih sempat bermain pekan ini. Andai pesawat saya sampai Semarangnya sore atau malam, saya tidak tahu lagi rasanya absen di awal tahun.

Hari Jumat yang selalu saya jaga, belum rela saya tinggal. Sampai ketemu jumat pekan depan. Semoga cuaca cerah. Hujan masih berlangsung beberapa hari setelah futsal.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini