Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ketika Tidak Ada Acara, Pekerjaan Saya Tetap Jalan, Tapi


[Artikel 92#, kategori blogger] Perasaan saya seolah kehilangan. Beberapa bulan terakhir, saya benar-benar menikmati kesibukan yang berhubungan dengan pekerjaan saya sebagai pemilik blog dotsemarang. Sepertinya saya menyukai bahasa pemilik ini ketimbang bloger.

Hampir satu minggu, saya rindu aroma kamar mandi. Tempat yang selalu identik saya jadikan spot ganti pakaian karena bersepeda sebagai alat transportasi.

Berkeringat, lelah dan rasa haus selalu pulih lebih cepat ketika mendatangi sebuah acara. Harga diri saya selalu terangkat ketika hadir dalam sebuah momen.

Meski kadang juga, hanya sekotak cemilan dan mabuk darat yang saya ingat jadi kenangan buruk ketika datang ke acara yang mengundang saya sebagai pemilik blog.

Tetap mencari

Meski kehilangan semangat, saya tak ingin larut dalam euforia kebangaan yang dampaknya saya semakin sombong. Saya tetap mencari konten, agar blog dotsemarang selalu terisi.

Sebagai pemilik blog yang berjuang tanpa adsen atau iklan apapun, kerja keras adalah hal utama. Memikirkan pendapatan seperti yang lain hanya membuat saya kehilangan motivasi.

Beda orang, beda keberuntungan. Ini jalan saya, maka saya harus berjuang untuk membukanya lebar-lebar dan terus berlari.

...

Sebagai pemilik blog, rutinitas yang begitu saya nikmati ketika kehilangan hal tersebut rasanya benar-benar hampa. Gairah yang menggebu-gebu saat pegangan tangan dengan seorang wanita, seolah biasa saja.

Semoga perasaan ini lekas terobati. Sebelum berpikir terus menerus resah, saya harus mempersiapkan diri saja dulu. Agar siap nantinya saat kesempatan datang lagi.

Pada akhirnya, saya pun juga merasakan. Bahwa tidak semua acara bisa saya datangi atau dapatkan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini