Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hujan - hujan Berangkat Futsal


[Artikel 17#, kategori futsal] Minggu kedua bulan November, jumat malam tidak bersahabat seperti beberapa hari belakangan yang selalu diguyur hujan. Jadwal futsal tetap lanjut meski khawatir orang-orang sedikit yang datang. Terlambat sih gak masalah, yang penting tetap main.

Semangat..semangat, perasaan itu mampu mengalahkan dinginnya malam yang ditemani hujan yang mengguyur. Lama tidak bersepeda dengan menggunakan jas hujan seharga 10 ribu yang warnanya kuning transparant.

Tiba di sana, lapangan sedang dipakai. Sangat ramai dan membludak, tidak seperti hari jumat biasanya. Saya sampai bingung harus duduk di mana, tempat biasanya sudah penuh sesak oleh mereka.

Beberapa orang tiba, dan itu membuat lega. Semenjak ada WhatApps Grup, memantau rekan-rekan lebih mudah untuk mengajak mereka datang. Meski obrolan di sana banyak tidak nyambung dengan futsal.

Waktu terus berjalan. Waktu sewa 2 jam rasanya sia-sia dibuang. Saya sempat mikir dengan orang yang tidak sampai 10 orang ini, bayar patungan yang biasanya cuma 20 ribu sekali datang bakal lebih mahal. Apesnya, saya tidak bawa uang lebih. Anggaran tiap jumat selalu disisihkan cuma 20 ribu saja.

Kelelahan

Bermain seadanya, cuma 8 orang, tanpa pergantian pemain, rasanya tidak mungkin untuk memberikan permainan terbaik. 

Saya kelelahan. Terlalu semangat bergerak, lari sana - sini, membuat saya jadi pemain paling muda diantara rekan-rekan yang kurang kuat diantara mereka. Padahal umur mereka di atas saya semua.

Semenjak kembali ke lapangan awal tahun, saya belum mampu menjaga kebugaran fisik seperti saat kuliah (umur 25 ke bawah). 

...

Jumat ini saya punya semangat lebih, meski akhirnya hujan yang jadi alasan jadwal futsal tidak berjalan baik hari ini. Saya ingin bermain dengan kaki kiri. Saya ingin mempraktekkan beberapa teknik baru.

Semua pikiran itu tidak terealisasi dengan baik. Hanya sebuah mimpi dan rencana yang gagal.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini