Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Listrik Padam, Solar Habis, Futsal Gak Maksimal


[Artikel 18#, kategori futsal] Apa yang membuat saya berhenti bermain futsal? Hujan? Saya masih berusaha datang, meski akhirnya juga jadi gak maksimal. Orangnya sedikit. Dan kali ini, ada lagi satu alasan untuk menghentikan semangat saya di lapangan. Listrik padam. Ada-ada saja.

Baru kali ini dalam rentang hampir 1 tahun kejadian listrik padam yang akhirnya permainan dihentikan. Sebenarnya ada genset, dan itu sempat berjalan. Sayangnya, solarnya habis. Dari dua jam waktu bermain, ada sisa 30 menit yang tidak terpakai.

Akhirnya pada pulang semua. Padahal saya berharap lampu segera nyala kembali dan masalah teratasi. Benar saja, lampu kembali nyala. Sayangnya rekan-rekan sudah sebagian pulang. Apalagi waktu tersisa hanya 10 menit.

Jumat ketiga bulan November, cuaca masih tidak bersahabat. Penantian selama satu minggu untuk bermain di atas lapangan kembali tidak maksimal.

Hari ini saya menjadi kiper di awal pertandingan. Saya begitu menikmati waktu hari ini. Untuk mengatasi permasalahan saya soal lelah, saya berhenti sejenak saat pergantian tim.

Tubuh saya tidak lelah karena menjadi kiper, tapi saya ingin menjaganya selama 2 jam permainan. Meski akhirnya tidak sampai dua jam juga.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini