Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mommy dan Bayi di Arena Futsal


[Artikel 20#, kategori futsal] Setelah absen jumat kemarin, hari ini saya datang penuh motivasi dan semangat tinggi. Yang menarik adalah di sudut sana, ada ibu dan bayinya yang hadir untuk menonton. Momen yang indah buat saya.

Saya adalah orang pertama yang tiba di lapangan. Lapangan yang biasa kami pakai, tidak ada yang bermain di sana. Jam sendiri menunjukkan masih belum pukul 7 malam. Benar-benar semangat yang luar biasa yang saya rasakan jumat terakhir bulan November ini.

Masa depan

Mei 2018, salah satu postingan saya tentang futsal membahas tentang wanita. Mereka datang ke arena futsal untuk sekedar menjadi penonton dan menemani pasangan mereka. Dalam postingan tersebut, saya jadi ingat pernah melakukan hal sama di waktu dulu.

Saya jadi iri dan apakah teman-teman saya waktu saya bawa wanita juga iri? Kini melihat seorang wanita muda dengan bayinya membuat saya memikirkan masa depan.

Andai saja saya berada diposisi sang ayah dari bayinya, tentu itu sangat menyenangkan. Rasa bangga dan bahagia karena aktivitas yang didukung dan mereka mencintai saya.

Hari yang luar biasa 

Tinggalkan angan-angan saya tersebut, dan kembali bermain di dalam lapangan rumput yang sudah saya rindukan. Saya berlari, mengambil sesi pemanasan meski rekan-rekan futsal saya masih sedikit yang datang.

Pemanasan adalah sesi wajib untuk membuat tubuh tampil luwes saat bermain. Apakah itu berguna atau tidak, saya hanya menyakini saja.

Dirasa semua sudah lengkap, kami mulai bermain. Berbagai momen banyak saya ciptakan dan saya benar-benar menikmati permainan.

Sangat indah, sangat menyenangkan dan inilah hidup

Tapi tetap saja masalah terbesar saya adalah tidak dapat bertahan lebih lama dan menjadi fit. Fisik saya sudah tidak mendukung untuk terus bertahan. Bahkan mengalahkan rekan yang paling dewasa umurnya, yakni 47 tahun.

Meski malu mengakui, kekuatan fisik saya begitu lemah saat ini. PR besar sebenarnya. Saya selalu mengakali untuk bermain sekali dalam satu sesi yang tujuannya menjaga fisik tetap semangat untuk sesi berikutnya.

...

Menyenangkan aktivitas bermain futsal ditemani istri dan anak rasanya. Apalagi si wanita cantik. Meski agak waswas juga karena rasa cemburu dapat hadir, nilai bangga pria tetap adalah hal terbaik yang ingin dikeluarkan.

Bila pembaca postingan ini adalah seorang wanita dan memiliki pasangan yang menyukai futsal. Tontonlah dan beri dukungan. Mungkin buat yang sedang PDKT, ini adalah salah satu tips bocorannya.

Memiliki wanita disamping kita saat beraktivitas, itu sangat membanggakan buat pria. Dan pengaruhnya, kebanggaan itu menular menjadi semangat saat di lapangan.

Tapi ingat, pria punya sisi lain dalam emosi yang membuat mereka waswas. Mereka pecemburu pada siapa saja yang berada didekat wanitanya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini