Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Akhirnya! Menginap di Star Hotel Semarang


[Artikel 6#, kategori hotel] Wuih, akhirnya saya menginap di sini juga - Star Hotel Semarang. Selama ini jika ke Java Mall melihat pameran komputer, saya cuma bisa takjub saja dengan tinggi bangunannya yang menjulang tinggi. Akhirnya, kesampaian juga.

Rasanya saya harus bersyukur pekan pertama bulan desember ada sesuatu yang menarik. Dilema sebenarnya tiap pekan pertama awal bulan saat tidak ada aktivitas blogging. Dan ini sungguh pengalaman yang lebih asyik.

Dua tempat tidur

Ini yang saya sesalkan sebenarnya karena saat mendapatkan gratis nginap dalam bentuk voucher yang masa kadaluwarsanya tinggal beberapa hari, saya pasrah dengan penempatan kamar. Lawong gratis.

Kamar yang saya tempati berada di lantai 8 dan pemandangannya bukan yang saya harapkan. Saya pikir dapat melihat kota Semarang lebih luas.

Saya masuk sore hari dan mendapati tempat tidur yang saya masuki ada dua. Tak apalah, pikir saya. Namun di sini sebenarnya pikiran bergejolak. Siapa yang menemani? Jajan? Tidak. Bukan karena saya tidak mau, kantong juga tidak bersahabat.

Ketimbang membuang hal-hal aneh, mending uangnya saya simpan. Emang punya uang? Haha... jangan jadi bloger kalau gitu.


Konferensi pers Temu Coworking Indonesia 2018

Malam di hotel adalah sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Seharusnya saya bisa pulas tidur karena fasilitas yang lebih mewah ketimbang di rumah.

Nyatanya tidak. Malam hari saya masih ada aktivitas blogging, yaitu konferensi pers temu coworking. Acara dilaksanakan di Impala Space, ulasannya sudah ada di blog dotsemarang di sini.

Sudah ada di blog dotsemarang untuk ulasan lengkapnya

Klik di sini untuk cerita menginap di Star hotel via blog dotsemarang

Sebagai bloger, menginap di hotel adalah konten bagus yang saya terus pikirkan. Karena dapatnya dari voucher, menginap di sini hanya sekedar beristirahat dan bekerja. Tetap bawa laptop dan bangun dini hari.

Tidak ada sarapan seperti biasanya saat menginap di hotel. Sedih, yaudahlah. Pergi ke sini naik gojek, dan pulang pun juga naik gojek. Driver pas pulang adalah wanita. Lama sekali tidak menemukan driver perempuan.

...

Saya berharap mendapatkan kamar secara cuma-cuma untuk bisa saya tulis di blog dotsemarang. Gratis yang saya minta bukan berarti saya suka, karena setiap tempat atau sesuatu yang menarik, saya menukarnya dengan sebuah postingan di blog dan membagikannya lewat media sosial.

Terima kasih buat kamu yang sudah mengasih voucher menginap. Meski ribet juga ngurusnya karena harus menghubungi kantor, tapi tak masalah. Senang bisa mendapatkan ini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger