Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pentingnya Pemanasan Terlebih Dahulu Sebelum Bermain


[Artikel 21#, kategori futsalPekan pertama di bulan Desember saya sedikit terlambat dari biasanya. Alasannya, sedang membalas chat dari rekan bloger yang bertanya perihal keberangkatan ke Jakarta. Apakah hari ini saya bermain dengan baik?

Jumat, 7 Desember 2018. Malam ini terlambat hingga kurang pemanasan seperti biasanya. Setelah pasang sepatu, rekan-rekan sudah siap memulai pertandingan. Duh, semoga tidak terjadi apa-apa. Pikiran saat itu karena tubuh yang masih kaku.

Dan benar saja, jumat sebelumnya yang penuh semangat tidak lagi kembali. Aura permainan yang ingin dinikmati penuh dengan permainan indah rasanya tidak maksimal.

Sangat penting melakukan pemanasan

Saya pikir sebelum bertanding, saya butuh 10-15 menit untuk melakuka pemanasan. Mulai dari kaki hingga kepala, semua perlu dilenturkan agar tidak kaku.

Selain itu, pemanasan membuat seseorang bisa terhindar dari cedera karena rasa kaku tubuh yang dialami pemain. Ini yang perlu diperhatikan.

Bagi sebagian orang, ada yang melakukan pemanasan hanya dengan menendang-nendang bola, berlari kecil dan menggerakkan tubuh.

Itu sederhananya. Sedangkan saya sendiri melakukannya dengan berlari beberapa intensitas, kemudian mulai pada menu utama bagian tubuh yang penting, seperti kaki.

...

Pada akhirnya, selama pertandingan yang kali ini tidak banyak pergantian orang, saya benar-benar kelelahan. Salah satu percakapan saya dengan rekan futsal soal tubuh yang tidak sesegar seorang pemain, ia terkejut saat saya bicara soal umur.

Rekan saya berpikir saya masih di bawah umur 25 tahun. Aneh rasanya jika melihat fisik tubuh tapi mendapatkan rasa lelah yang luar biasa. Dan jawabannya akhirnya terjawab.

Jumat depan, saya harus datang lebih awal pokoknya agar bisa pemanasan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini