Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Terakhir Tahun 2019


[Artikel 47#, kategori futsal] Jumat terakhir di bulan Desember jatuh pada tanggal 27 dengan hujan sebagai teman jalan. Apakah ini salam perpisahan untuk mengungkapkan betapa bersyukurnya tahun ini atau sekedar restu untuk terus berusaha lebih baik lagi.

Saya tidak akan melewatkan Jumat terakhir kali ini meski rumah sedang ramai. Sayangnya saat sudah di lapangan, jumlah pemain benar-benar pas. Hanya ada 2 pengganti dan sangat disayangkan, mas Adit harus keluar lapangan lebih awal.

Entah mimpi apa ia semalam. Niatnya menghadang bola sepakan, malah terjatuh dengan pijakan yang salah. Mau tidak mau, bengkak di kakinya memaksanya harus menjadi penonton kali ini.


Sampai jumpa tahun depan

Terdengar renyah diucapkan dan seolah sangat jauh (waktu). Padahal, tahun depan tinggal beberapa hari lagi. Hanya sebuah candaan saat diucapkan sebelum meninggalkan gedung futsal.

Tidak terasa, Januari 2020 besok adalah tahun kedua saya bersama mereka. Saya selalu berusaha tepat waktu ketika bermain dan bahkan datang paling awal.

Saat benar-benar tidak bisa bermain, saya begitu sedih. Kesenangan di lapangan, berteriak saat rekan mencetak gol, bertepuk tangan untuk kerja keras yang dilakukan adalah momen yang tidak ingin ditinggalkan.

Selamat tahun baru, kawan-kawan.
Kita kembali berjumpa tahun depan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini