Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kekhawatiran


[Artikel 12#, kategori ASUS] Ini hanyalah sebuah perasaan tentang apa yang terjadi. Bukan tentang pernyataan atau anggapan buruk. Pengalaman mengajarkan banyak hal, termasuk rasa khawatir dan ketakutakan. Mungkin saat membuka halaman ini di masa depan, kekhawatiran ini semoga tidak terjadi.

ASUS Indonesia baru saja melaunching Smartphone gamingnya, ROG Phone 2, Kamis siang (5/12) di Jakarta. Ini kabar baik buat calon pengguna yang sudah menunggu lama. Namun ini bukan kabar baik buat saya dan mungkin beberapa rekan yang biasanya dilibatkan dalam kampanye peluncuran.

Tidak lagi menyaksikan secara langsung

Bulan madu dengan ASUS Indonesia tahun ini telah berakhir. Gelagatnya sudah kecium dalam beberapa kesempatan tentang bagaimana siklus yang terjadi pada perusahaan.

Pikiran saya langsung mengingat Blogdetik yang akhirnya memutuskan mundur dari sang rival, Kompasiana. Blogdetik diawal-awal juga punya semangat besar dan membuat saya terbang ke awan.

Kini, tidak ada lagi menyaksikan peluncuran produk ASUS. Apakah saya kecewa? Tidak juga, semua sayang ASUS Indonesia. Sama seperti Manchester United yang tetap mempertahankan Ole. Semua sayang, Ole.

Tahun 2020?

Peluncuran ROG Phone 2 tanpa kehadiran bloger dari luar kota tetap berhasil dengan tujuan utamanya menaikkan tagar di trending topik Twitter.

Sangat menghemat tentunya dari sisi anggaran dan memindahkan biaya ke alokasi lain yang lebih penting. 

Saya tidak dapat memprediksi bagaimana tahun 2020, apa yang akan dilakukan ASUS Indonesia. Perusahaan lain juga hampir tiap bulan melakukan peluncuran. Mau tidak mau, strategi pemasaran juga harus diubah.

Meski imbasnya seperti yang terjadi di akhir tahun ini, saya harus sadar diri bahwa hidup memang tidak kekal abadi. Dunia terus berubah dan sangat cepat. Tidak efektif, ganti yang lebih kreatif.

...

Dejavu lagi tentang bagaimana kehilangan itu tidak mengenakkan. Karena sudah belajar dari pengalaman, tentu saya tau apa yang harus dipersiapkan.

Rasa khawatir biasa terjadi dan saya hanya ingin berbicara tentang ini di sini. Tahun depan, apakah akan datang penuh kejutan atau sebaliknya. Pergi dengan kenangan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini