Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bertahan


[Artikel 60#, kategori motivasi] Saya percaya bahwa bertahan adalah cara terbaik menunggu momen yang lebih baik. Meski melelahkan, lapar dan menyakitkan, bertahan membuat kita memiliki harapan. Apakah kamu pernah mengalaminya.

Siang ini, setelah bertemu dengan pemasar hotel, saya tidak ingin pulang ke rumah. Ada acara lagi dan lokasinya sedikit dekat ketimbang harus pulang. Namun saya harus menunggu beberapa jam lagi untuk pergi ke acara.

Belajar menghadapi masalah

Bertahan mengorbankan banyak hal seperti yang saya rasakan. Lapar yang memanggil-manggil dompet, padahal harus hemat. Buang-buang waktu produktif, padahal waktu adalah uang. 

Meski begitu, saya seperti belajar untuk menghadapi situasi lain di masa depan. Mungkin saja masalah yang berat atau sebaliknya. Dan saya hanya perlu bertahan hingga sampai selesai

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini