Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Membuat Jalan Untuk Masa Depan


[Artikel 56#, kategori motivasi] Saat ini, saya terus berusaha membuat jalan yang akan dilalui penerus saya di masa depan. Saya ingin mereka bangga dengan jalan yang saya buat. Entah apakah jalannya kemudian berbeda, tapi saya percaya, ada nilai-nilai yang membuat mereka bangga untuk mengikuti.

Saya berpikir tentang anak-anak saya di masa depan. Mereka bisa melihat saya dari jalan yang saya buat. Jalan yang tidak mudah dilalui karena hanya tahu bahwa itu lurus maju. 

Jalan itu memang sudah terbuka, layaknya seorang petualang yang berjalan di hutan. Bedanya dengan saya yang membuka, jalan itu yang akan dilalui sudah terang benderang dan menyenangkan. Terlihat asri, dan nyaman.

Jalan yang saya buat juga mungkin belum sepenuhnya selesai. Bila itu belum, saya berharap akan disempurnakan oleh mereka. Ya, tidak melulu sama. Tapi semangatnya, harapan dan rasa menghargai itu yang membuat mereka terus berjalan.

Saya ingin jalan hidup saya ini dapat membantu mereka menjadi manusia yang lebih baik.

Tak ada jalan kembali

Sebenarnya, saya berharap jalan yang saya buat bisa ditiru adik-adik saya. Tapi kami menemukan jalannya masing-masing. Jalan yang saya bukakan untuk mereka memang belum sempurna. 

Sekarang, tak ada jalan kembali untuk berpaling atau mundur.

Artikel terkait :

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini