Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tantangan Produktivitas Dini Hari Setelah Futsal; Mengantuk !


[Artikel 46#, kategori blog] Jumat futsal menjadi seolah ritual. Main dari jam 7 malam sampai jam 9 malam itu benar-benar membuat lelah. Belum lagi harus bangun dini hari seperti biasanya. Perpaduan tepat meramu alasan agar bisa bilang, saya malas dan baik tunda saja.

Pagi ini kesiangan bangunnya. Suara azan membangunkan dan langsung bergegas mandi. Ritual dini hari, mandi subuh dan ibadah. Saya pernah cerita rasanya mandi pagi saya rata-rata jam 4. Dan kali ini karena letih bermain futsal malamnya, jadinya hampir setengah 5.

Tantangannya

Hari ini saya harus pasrah dan ikhlas bahwa tidak ada post pagi ini. Selain waktunya sudah nggak cukup, saya kehilangan motivasi dan gairah menulis. Belum lagi, acara yang sudah menunggu beberapa jam kemudian.

Menjadi produktif memang kunci untuk seorang bloger atau kreator konten pada umumnya. Sayangnya, orang-orang selalu melihatnya dipermukaan atau cover.

Banyak hal yang terjadi dan berjuang dengan keras untuk menjadi produktif. Tantangannya banyak sekali. Namun terkadang tidak banyak dibicarakan atau diberitahukan. Mungkin tidak perlu juga diketahui.

Saya harap dengan tulisan ini, saya melakukan langkah kecil untuk mengalahkan lawan terberat saya setiap sehabis futsal. Dan itu jam dini hari saat waktunya saya mulai beraktivitas.

Mandi pagi demi melancarkan aliran darah, sudah dilakukan. 
Minum kopi demi melawan kantuk yang luar biasa, juga sudah dilakukan.
Menyapa mentari pagi agar perasaan bahagia muncul dan nafas dapat teratur, juga sudah dilakukan.

Tapi yah tetap saja. Kantuk itu tidak bisa dilawan.
Saya mengalaminya dan sedang berada dititik tersebut. 

Jadi, jangan berpikir bahwa seseorang yang terlihat keren maupun dianggap bisa, tidak ada masalah yang dialaminya. Orang-orang seperti itu berjuang dengan kekuatannya dan kita harus memberinya dukungan. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini