Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tips Menghadapi Kebuntuan Menulis Blog


[Artikel 42#, kategori blog] Bukan saya saja yang pasti mengalami seperti ini. Kamu juga tentunya. Lalu, apakah idemu untuk kembali bersemangat menulis blog? Kemarin saya baru mengalaminya, dan ini tips dari saya semisal kamu ingin tahu.

Saya memiliki kewajiban menulis blog dotsemarang minimal 1 kali sehari. Dan saya sangat jarang mempublish lebih dari jumlah tersebut. Entah mengapa, sampai-sampai postingan lain akhirnya jadi tidak diposting bahkan waktunya cukup jauh untuk terbit dari pikiran awal saya.

Kamis pagi. Tidak disangka, gerimis yang mengguyur kota Semarang seharian yang seharusnya membuat semangat malah tidak bisa optimal. Saya gagal mengupdate blog dotsemarang. Parahnya, manajemen media sosial pun tidak saya update.

Saya pikir biang keroknya adalah karena pertandingan sepakbola antara Basel vs MU. Biasanya jam 2 bangun untuk mengeluarkan ide lewat tulisan, karena bola, semua pikiran saya hilang. Apalagi dengan kekalahan tim favorit.

Biarkan waktu meninggalkan

Saya sudah mencoba berbagai hal yang biasa saya pergunakan untuk memotivasi menulis saya. Sebut saja kopi, keluar kamar, nonton drama Korea, tidur siang meski sebentar dan semuanya gagal.

Tiap membuka laptop, semua pikiran saya langsung hilang. Kalau dipikir, menghadapi situasi seperti ini mudah. Nyatanya tidak.

Pada akhirnya saya menyerah dan membiarkan waktu meninggalkan saya dan tugas-tugas yang belum dikerjakan. Begitulah bila menjadi bos sendiri, kadang deadline hanyalah target yang bisa dimanipulasi.

Saya tidur awal-awal seperti biasa malam hari, di bawah jam 8 malam. Dan akhirnya menemukan diri saya sudah kembali seperti sedia kala. Seperti ponsel yang sudah diisi penuh, saya menemukan diri saya sangat segar dan berhasil kembali ke rutinitas ngeblog.

...

Saran saya ketika kamu menghadapi kebuntuan menulis blog sebaiknya membiarkan dirimu meninggalkan aktivitas tersebut. Kamu hanya kembali besok dan mengerjakan hal seperti biasa.

Jangan stres atau merasa bersalah karena gagal mengeluarkan pikiran. Saya mengalaminya dan juga para penulis profesional pun juga akan mengalami hal sama.

Yang paling penting adalah memikirkan bagaimana saat esok datang. Ya, pikirkan itu. Apa yang ingin saya tulis, persiapan apa yang saya butuhkan dan bagaimana saya harus menyelesaikannya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger