Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Aktivitas] Mengikuti Sekaligus 2 Press Conference
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 67#, kategori aktivitas] Tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati hari Pahlawan. Syukurlah saya menemukan foto yang pas jumat pagi sebelum saya menghabiskan banyak waktu nantinya di siang hari.
Segala aktivitas, khususnya pekerjaan saya sebagai bloger sudah saya selesaikan lebih cepat pagi ini. Saya selalu terdorong melakukannya lebih cepat saat akan berkegiatan di siang hari atau aktivitas lainnya.
Kalau tidak diselesaikan, terkadang malah banyak meninggalkan tanggung jawab. Akibatnya selalu membuat masalah, seperti keteteran dan bahkan kehilangan mood untuk mengerjakan.
Tahun kedua Nestcology
Beberapa kali datang ke tempat ini, baru kali ini saya bisa merasa lebih dekat. Baik dari kedekatan tempat maupun si pemilik. Saya beruntung bisa hadir di sini karena saya bloger. Ulasan tentang kehadiran saya di sini, bisa dilihat di blog dotsemarang atau klik di sini.
Acara di Nestcology dimulai setelah shalat Jumat dan berakhir sore hari. Saya sempat khawatir bahwa saya tidak dapat mengikuti acara kedua yang telah mengundang saya sebagai bloger untuk acara event musik Jazz.
Apalagi cuaca mulai gerimis setelah acara usai di Nestcology. Karena naik Uber, saya sedikit lega. Terutama saat tiba di lokasi yang ternyata belum dimulai meski jadwal sudah lewat setengah jam.
Diponegoro Jazz Festival 2017
Datang ke acara press conference di Allstay Hotel ini merupakan anugerah menurut saya dan kesempatan bagus. Kalau tidak ada acara begini, tentu saya tidak dapat merasakan bagaimana suasana di dalam hotel yang terletak di jalan Tentara Pelajar ini.
Saat tiba jam 4 sore (kurang dari), melihat daftar hadir, beberapa nama bloger yang ada di acara sebelumnya, yaitu Nestcology, ternyata nama mereka ada. Namun hingga acara selesai, mereka tetap tak datang. Mungkin karena hujan yang masih turun, jadi alasan mereka tidak datang.
Pada intinya acara kedua ini mengharapkan bantuan media agar acara mereka yang kurang dari beberapa minggu ini bisa terekspos atau terpublikasi lebih banyak. Apalagi acara ini merupakan yang pertama dan bagian dari Dies Natalis Undip yang ke - 60. Selengkapnya tentang acara ini bisa dilihat di blog dotsemarang atau klik di sini.
Ada kejadian lucu saat pulang dengan naik Gojek. Jalan satu arah di jalan Tentara Pelajar dipikir sama driver bisa dua arah. Sempat diam juga karena dipikir untuk menghemat waktu, jadi saya biarkan. Ternyata si driver baru sadar dan akhirnya berbalik arah.
Melakukan dua aktivitas sekaligus dengan urutan waktu yang berbeda dalam satu hari memang melelahkan. Apalagi kalau acara seperti ini kadang tidak membuat kantong bertambah. Tapi saya bersyukur bahwa saya terlibat di sana dan nyambung dengan identitas saya sebagai bloger.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Artikel 32#, kategori keluarga ] Hujan mengguyur Kota Semarang seharian penuh hari ini, Rabu (22/4). Bagi sebagian orang, rintik air yang jatuh mungkin terasa menenangkan, namun bagi saya, ada trauma kecil yang menyelinap setiap kali langit mulai mendung. Benar saja, hujan kali ini kembali membawa pesan yang selama ini paling saya hindari: kabar duka. Suara dering telepon yang belakangan ini sering membuat saya waswas tiba-tiba memecah keheningan. Di layar ponsel, terpampang nama Bapak. Begitu tombol terima saya tekan, terdengar suara yang sangat familiar sedang bertanya tentang cara melakukan panggilan video. Tak lama, sambungan berganti menjadi video call . Melihat wajah Bapak dengan peci putihnya, perasaan saya mulai tidak enak. Jarang sekali beliau meminta panggilan video jika tidak ada hal yang sangat mendesak. Benar saja, dengan nada suara yang berusaha tenang, Bapak mengabarkan bahwa adik bungsunya—paman saya—telah meninggal dunia. Kalimat Innalillahi meluncur begitu saja. Sa...
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
[ Ini adalah artikel ke-10 kategori Cinta ] Saya menaruh postingan ini dari pengalaman saya sendiri, jadi tidak semua pria memiliki sifat sama seperti saya. Beberapa hal mengenai wanita yang dapat membuatnya sedih maupun tersenyum, terkadang pria menyukainya. Tapi kadang pula, pria dianggap baperan. Wajar saja sih.
Komentar
Posting Komentar