Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Dunia Blogging Tanah Air Yang Tidak Sederhana Lagi


[Artikel 41#, kategori blog] Bila prestasi atau portofolio dilihat dari bagaimana torehan juara lomba blog yang diikuti, maka saya akan mundur. Saya terlalu sederhana untuk menulis dengan pemikiran besar seperti para pemenang lomba. Mungkin dunia blogging sudah tidak sederhana lagi seperti yang saya bayangkan.

Semua menyebut diri sebagai bloger meski punya pekerjaan utama atau prestasi yang lebih baik dari sekedar berbagi tulisan lewat platform blog. Mulai dari pekerja kantoran, desaing grafis, penulis, dan masih banyak lagi. Membayangkan saya awal-awal yang berharap ngeblog jadi pekerjaan, saat ini rasanya aneh.

Ngeblog saya lahir di era dimana Raditya Dika menjelma menjadi seorang bloger kemudian melompat menjadi penulis hingga kreator konten lainnya yang saat ini banyak disukai. Karir besarnya yang saya lihat adalah bagaimana ia menjadikan idenya ke dalam sebuah film dan yang ia menahkodai. Ia tidak menyebut diri sebagai bloger sekarang, tapi sebagai penulis. Lebih di atas setingkat levelnya dari sekedar ngeblog seperti saya.

Saya benar-benar tidak menyangka bahwa waktu yang berputar sangat cepat. Impian sederhana saya seakan terwujud. Semua orang mengaku bloger dan menjadikan aktivitas dalam kebersamaan. Beberapa bloger, ada yang khusus berjuang untuk lomba dan bisa ditebak. Ia selalu jadi pemenang karena menang dipengalaman.

Sebagian lagi ada yang meraba-raba kemana arah rutinitasnya yang awalnya ngeblog berubah menjadi sesuatu yang sedang digandrungi. Bahkan ada juga yang menggabungkan kesemuanya dan tetap berpangkat bloger dalam sehari-harinya.

Salah satu tujuan saya masih bertahan dengan platform blogspot adalah untuk melihat bagaimana perubahan terjadi disekitar. Tahun 2017, saya melihatnya sangat luar biasa. Semua bloger berubah menjadi profesional, apapun profesinya dan apapun pekerjaan dan aktivitasnya. 

Mereka tak terpengaruh bagaimana perkembangan konten kreator seperti Youtuber dan maraknya penyebutan influencer sedang berada di atas mereka. Pelajaran berharga yang saya dapatkan dari tren ini adalah bloger sangat konsisten. Dan berhasil memasuki tren tersebut dengan merangkul menjadi kekuatan baru.

Meski dunia blogging semakin profesional, tetap saja panitia sebuah acara terkadang kesulitan mencari orang-orang yang benar dianggap bloger. Kadang saya sedih juga saat semua dihantam rata, terkait penghargaan yang diberikan. Mereka yang bertahan lama dan terus belajar, tidak berguna dihadapan mereka yang terlihat profesional dan baru memasuki dunia blogging.

Saya tak menganggap ini sebuah kekurangan dan halangan. Saya harus mengakui bahwa dunia yang saya yakini terus berkembang dan maju. Orang-orang yang masih tetap bertahan dan bertahan dengan idealis merupakan orang-orang yang hebat menurut saya.

Tahun 2018 sebentar lagi, kira-kira perubahan apalagi yang terjadi? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini