Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pertama Kali ke Sam Poo Kong Malam Hari


[Artikel 26#, kategori Semarang] Semenjak saya tahu bahwa berkunjung ke Sam Poo Kong, salah satu tempat wisata Semarang, bisa dilakukan malam hari, semenjak itu saya terobsesi untuk berkunjung ke sana. Hari demi hari, bulan demi bulan, obsesi saya hanya sebuah wacana. Kapan saya bisa ke sana? Mungkin lewat postingan ini, tujuan saya tercapai.

Minggu malam, 12 November 2017, kesempatan itu datang dengan balutan gerimis dan event Festival Kuliner. Saya sangat senang meski rencana ke sini ditemani gerimis setelah tiba. Hari ini saya tidak bersepeda seperti biasanya. Sempat bingung juga sebelum ke sini, kalau ingin maksimal di Sam Poo Kong, sebaiknya saya naik kendaraan via online saja.

Saya memang tidak mau rugi meski akhirnya tetap bayar. Mulai dari driver Gojek hingga tiket masuk yang kemarin saat bayar sekitar 8 ribu rupiah. Ah biarlah, yang penting perasaan saya bahagia. Pikir saya.

Setelah tiba di dalam, saya mengagumi suasana yang ada. Ditambah dikemas lewat acara, suasananya semakin manis. Ah lega, harapan saya terkabulkan meski ada perasaan menyesal juga lupa bawa payung dari rumah tadi.

Untuk yang biasa melihat Sam Poo Kong, datang malam harinya tak begitu spesial rasanya. Untungnya saya, tidak. Saya sangat menyukainya.

A post shared by Dot Semarang (@dotsemarang) on
...

Kesenangan saya sediki ternoda dengan bagaimana sebuah sikap saya yang tidak bisa melupakan tentang pembayaran transportasi via online. Seharusnya saya masih dapat bonus gratis, ternyata tidak.

Saya ingin menjadi orang baik dan melupakannya. Tapi tetap, mengabadikan lewat blog haruslah jadi ritual melepas pikiran kotor agar pikiran lebih tenang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini