Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tawaran yang Selalu Buat Degdegan


Sebelum saya menulis ini, saya mencari referensi tentang kata kunci full time blogger. Saya memikirkan pemilik blog yang tidak mengejar adsen semata atau klik by klik hingga penghasilan yang didapat karena lomba. 

Makin ke sini, dunia blog yang saya yakini semakin aneh. Mungkin saya saja yang kacau melihat istilah blogger semakin bergeser dari apa yang saya impikan.

Tawaran yang selalu buat degdegan

Itu lain kali aja dibahas, saya ini bahas soal tawaran yang selalu buat degdegan. Yang menarik dari pekerjaan saya sebagai pemilik blog dotsemarang adalah sebuah kabar.

Kabar yang datang menawari sebuah pekerjaan. Kabar tawaran yang tidak dapat diprediksi ini bisa datang tiba-tiba setelah kegiatan atau pas tidak melakukan kegiatan.

Mulai dari liputan, review dan sebagainya. Datangnya bisa sebulan, seminggu hingga esok hari. Bahkan pernah datang pagi hari dan sore itu juga untuk bergegas pergi ke lokasi.

Sebagai bloger yang tidak ingin menjadi blogger kebanyakan, konten adalah hal utama yang saya kejar. Saya bingung ketika ada bloger yang membahas SEO dan sebagainya. Saya tahunya mereka itu adalah digital marketing atau developer website.

Makanya ketika datang sebuah tawaran, saya ketemunya kebanyakan wartawan hingga sesama bloger. Namun akhir-akhir ini banyak juga influencer yang nimbrung, seperti Youtuber hingga selebgram.

Seperti menunggu surat balasan dari gebetan

Tidak melulu ada kabar baik tentang tawaran. Saya pernah merasakan satu bulan tanpa tawaran dan itu berarti tidak ada penghasilan. Saya yang sekarang menjadi full time blogger sangat kesulitan mengatasi keuangan bila sudah begini.

Seiring waktu, kesabaran itu membuahkan hasil. Tawaran yang datang, meski tak ada uang, seperti menunggu surat balasan dari gebetan.

Membuat degdegan. Perasaan yang membuat bahagia meski tahu hari-hari menderita. Tawaran datang memang tidak semua orang dapat datang. Satu penghargaan yang membuat bangga adalah itu.

...

Ketika tawaran datang, perasaan degdegan tak bisa ditahan. Saya senang, bahagia dan ingin berusaha lebih baik saat tiba.

Saya banyak memikirkan ide untuk mengemas konten yang nanti saya ambil. Namun perhatian juga harus dipikirkan tentang menjaga fisik dan setelah selesai mengambil konten.

Kadang membiarkan konten atau maksudnya tawaran semacam event usai, saya jadi pemalas. Membiarkannya berhari-hari dan tanpa disentuh. Lalu hilang.

*Tidak semua pemilik website atau blog yang mengaku blogger dalam aktivitasnya dapat bertemu saat hadir dalam suatu acara.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini