Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Waktunya Potong Rumput


[Artikel 5#, kategori rumah] Desember, hujan semakin konsisten saja membasahi tanah. Taman yang biasanya kering dan gersang, perlahan tampak menghijau. Rumput-rumput seakan menyambut hujan penuh gembira. Satu sisi, taman rumah kelihatan berseri. Sisi lain, itu rumput liar.

Sudah lama tidak memegang gunting rumput dan alat potong semacam parang. Semenjak kemarau melanda, khususnya Semarang, saya memang sudah jarang menyapa tanah. Panas matahari malah dimanfaatkan untuk menjemur kotoran kucing.

Hingga saya menulis ini, hujan sedang mengiringi setiap ketikan jari jemari saya. Sore sebelumnya, aktivitas memotong rumput sudah dilakukan. Udah 3 hari belakangan ini saya berada di belakang rumah tiap sore.

Sambil beraktivitas potong rumput, saya ditemani dua kucing yang semakin dewasa. Kini total, termasuk yang ada di kandang dan di luar kandang, ada 5 kucing yang masih tersisa. Setelah sebelumnya, kucing saya ada yang mati lagi.

Waktunya potong rumput

Halaman rumah tidaklah begitu besar. Saya sendiri bisa melakukannya selama gairah saya untuk memotong terus ada. Kadang, mood juga berpengaruh pada aktivitas.

Sebelum memotong rumput, saya seperti biasa mengatur jam alarm. Aktivitas memotong hanya perlu 30 menit saja. Biasanya dilakukan sekitar pukul 5 sore.

Saya bukan ahli memotong rumput, hanya saja saya lebih senang kelihatan rapi. Terkadang saya menghindari tetangga untuk terlibat dalam obrolan.

Saya selalu waswas ketika terjadi obrolan dan pikiran saya mengatakan orang itu baik. Baik di awal, namun belakangan menjengkelkan. Saya banyak mendapatkan pengalaman ini. Makanya saya lebih menarik diri dan dianggap tertutup ketimbang jadi orang baik yang mudah disakiti.

...

Selamat bertumbuh rumput hijau. Semoga hujan yang datang memberi kebahagiaan kepada kalian, meski pada akhirnya terpangkas karena sang pemilik ingin melihat halamannya lebih rapi dan terang benderang.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini