Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ban Sepeda Meledak Saat Dikendarai


[Artikel 17#, kategori sepeda] Siang begitu terik, tapi tak menghalangi bersepeda hari itu. Saya baru saja pulang dari Java Mall yang dipergunakan untuk acara pameran komputer. Dalam perjalanan pulang, ban mendadak meledak sendiri? Akibat panas matahari?

Awal bulan rencananya ingin menghemat, apalagi pemasukan belum ada. Ditambah pemasukan sebelumnya digunakan untuk kepentingan yang lebih membutuhkan. Naas, memikirkan hari ini.

Pengeluaran mendadak

Meski akhirnya ban kempes dan hanya bisa dibawa jalan kaki, saya masih diberi keberuntungan dengan lokasi bengkel yang dekat rumah dan itu langganan biasanya.

Setelah diperiksa, saya masih yakin bila bocor kali ini bisa diatasi. Paling keluar cuma 5 ibu. Namun saya dipaksa bangun dari mimpi. Lho, bayarnya hampir 50 ribu. Uang untuk beli makan kucing? Duh....

Ternyata efek meledak tadi berimbas pada ban luar yang terkelupas. Mau tidak mau, harus mengganti ban luar juga. Apes banget awal bulan. Padahal tidak ada pikiran untuk pengeluaran mendadak seperti ini.

Sepeda akhirnya diperbaiki esok harinya karena bengkel tidak menyediakan ban luar dan harus beli di pasar. Bengkel di sini sangat kecil dan saya baru tahu, pemiliknya tidak tinggal di lingkugan sekitar. Agak jauh dari sini.

...

Saya tidak tahu adakah hikmahnya kali ini. Apakah saya harus memiliki uang cadangan di masa depan biar tidak kaget seperti ini. Ini baru sepeda, bagaimana dengan yang lain? 

Gambar : Ilustrasi

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger