Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menjelang Tahun Baru yang Super Sibuk


[Artikel 5#, kategori Dibalik Layar] Tantangan besar produktivitas menulis menghadang menjelang pergantian tahun 2019. Rumah yang biasa memancarkan kemewahan, maksudnya sepi, mendadak ramai. Butuh strategi khusus dalam mengatur waktu dan melihat peluang sekecil apapun.

Pemilik rumah memutuskan datang ke Semarang. Kali ini datang membawa gerbang besar, orang-orang yang menyukai bulu tangkis. Satu sisi rumah tampak lebih hidup, lainnya? Sepi yang saya cintai kini tidak lagi menyenangkan.

Gangguan terhadap aktivitas

Keadaan ini memang sudah biasa, tidak ada yang salah. Ini hanya dampak dari pekerjaan yang saya lakukan karena melakukannya di rumah. Andai saya bekerja di kantor swasta atau pemerintahan, mungkin lain lagi ceritanya.

Aktivitas dotsemarang paling terkena dampak. Menulis yang selalu waswas karena keadaan tidak sepi. Membuat konten di media sosial yang terbatas dan waktu senggang yang tidak datang seperti biasa.

Begitulah yang terjadi dan mau tidak mau, harus dijalanin. Kadang saya marah pada diri sendiri karena diganggu itu tidak menyenangkan, namun tetap tidak bisa apa-apa.

Bertahan dan selesaikan

Saya berbicara dengan diri saya sendiri bahwa ilmu bertahan yang sudah sering saya terapkan selalu berhasil. Bertahan, dan lihat seperti roda berputar. Ada masanya kita begini, dan ada masanya kita begitu.

Setiap pekerjaan atau aktivitas yang datang di luar rutinitas, saya hanya perlu menyelesaikan. Mengeluh, luapkan dalam pikiran dan buang dalam tulisan.

Keputusan penting juga harus diambil setiap ada kesempatan. Tidak peduli betapa sungkannya karena sebuah rasa hormat, saya adalah pria dewasa yang tidak ingin diperlakukan seperti laki-laki yang baru merasakan puncak.

Apakah akan indah pada waktunya? Entahlah. Saya hanya berharap bahwa pergantian tahun kali ini, aktivitas saya tidak terganggu dan tetap lancar. Khususnya buat dotsemarang.

Bahagia itu adalah saya dapat menulis pagi ini.

*Gambar : Ilustrasi

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini