Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tidur Siang


[Artikel 3#, kategori Dibalik Layar] Apa yang saya pikirkan ketika mengetahui acara digelar malam hari? Tidur siang. Kelemahan saya memang ada pada jam tidur malam yang lebih awal. Meski begitu, saya harus mengakalinya kali ini.

Minggu pertama bulan Oktober, dotsemarang mendapatkan kesempatan untuk menjadi saksi sebuah pertunjunkkan malam yang digelar di Marina Convention Center. Kedatangan kali ini bukan sekedar menonton dan bersenang-senang, tapi dalam rangka pekerjaan.

Menjadi buzzer

Saya memahami bagaimana ketika peluang datang namun tidak terpilih. Apakah itu ketidakmampuan menjadi penyebab, atau ada benang merah yang terajut diantara sekat?

Karena dotsemarang berhasil mendapatkan kesempatan tersebut, pekerjaan menjadi buzzer yang sudah terlalu biasa dilakukan, tidak disia-siakan meski tahu bahwa aktivitas dilakukan malam hari.

Jarak lokasi juga tidak tanggung-tanggung, sangat jauh dari biasanya yang mudah digapai hanya dengan sepeda. Dekat bandara baru.

Solusi dengan tidur siang

Saya sebenarnya mengharamkan tidur siang demi kualitas tidur malam hari. Namun kali ini, saya mengambil dispensasi sendiri. Tidak mudah rasanya membenamkan mata hanya 30 menit. Apakah dari kebiasaan? Saya berusaha pastinya untuk tidur siang.

Pada akhirnya, tidur siang hanya dilakukan kurang dari 30 menit. Beberapa alasan tidak mampu menghentikan waktu yang akhirnya harus bergegas pergi.

...

Pekerjaan kali ini bukan saja sebuah tantangan, tapi juga bagaimana menyelesaikan masalah yang dihadapi diri sendiri. Bagaimana dengamu, apakah kamu memiliki kekurangan seperti saya?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini