Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hancurnya Personal Branding


[Artikel 5#, kategori branding] Menjaganya dengan sepenuh hati tak berarti akan terus bertahan. Salah satunya yang dapat menghancurkan malah bukan dari diri sendiri. Orang lain, orang yang tak kita duga dan malah sangat dipercaya. Ini harus dipikirkan dari sekarang.

Sudah berapa lama kamu menjual diri (branding) agar orang lain menilai kamu seperti apa yang kamu inginkan? Apakah itu seorang praktisi, pemain bola profesional, artis, selebgram, Youtuber hingga seperti saya, bloger.

Personal branding keliatannya mudah, apalagi berada di lingkungan yang tepat. Meski akhirnya nilai itu mudah didapat, sayangnya masih mencakup skala kecil. Nilai merek kita hanya untuk orang-orang yang kita kenal saja.

Hancur karena faktor luar

Saat sedang berusaha membangun, kita terus bertahan dan menaikkan level kita ke tingkat level tertinggi. Saat sudah sampai tangga yang membuat kita dikenal, kita malah dihadapkan untuk bertahan. Agar tidak terpeleset saat berada di tangga yang paling atas.

Ada pegangan yang kita genggam dengan kuat agar terus kita pertahankan. Sayangnya, kita lupa bahwa ada banyak faktor lain yang membuat kita jatuh suatu hari nanti.

Saya tidak tahu apa yang terjadi ketika kamu sudah bertahan selama mungkin, karena orang lain, nilai yang kamu pertahankan mendadak jatuh.

Orang lain itu mungkin saja pasangan, pacar, teman, kerabat, rekan, sahabat dan malah keluarga. Kekuatan branding atau nilai kamu akan diuji di sini. 

Bila nilaimu terlalu kuat, seharusnya orang-orang melihat kamu secara personal. Bukan satu kesatuan masalah yang terdampak karena orang lain. 

Menghadapi ini memang tidak mudah. Dan satu-satunya cara untuk terus menjadi sadar adalah tetap bertahan. Anggap saja roda sepeda atau jarum jam yang berputar. Hari ini di atas, besok ada di bawah.

..

Saya mengerti membangun itu penuh perjuangan dan membutuhkan waktu lama. Sekuat tenaga kita pertahankan dan segenap jiwa kita korbankan.

Sayangnya, faktor luar tanpa kita duga menyeret kita. Menerima, realistis, sadar dan pasrah. Sebelum ini terjadi kepadamu, dari sekarang yang harus kamu lakukan adalah terus perkuat branding atau nilai dirimu.

Itu pasti sangat mengecewakan semisal nilaimu tidak dapat membantumu sama sekali.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini