Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Jumat Terakhir Bulan Oktober, Futsal Sepi dan Akhirnya Menyerah


[Artikel 42#, kategori futsal] Kejadian ini kembali dirasakan. Tidak banyak yang datang dan itu pun, pada telat datang. Apakah karena akhir bulan atau memang sedang sibuk. Sama seperti tahun lalu di bulan yang sama. Saya baru menyadarinya dari postingan sebelumnya.

Jumat, 25 Oktober,  saya sudah tiba sebelum jam 7 malam. Lapangan masih dipakai. Orang-orang masih semangat menendang dan berlari.

Sambil nunggu yang lain datang, waktu tanpa sadar terus berjalan. Orang-orang di dalam lapangan sudah pergi. Ini seharusnya saya masuk ke dalam lapangan.

Tidak ada firasat bahwa yang datang hari ini sedikit. Mengingat jam karet sudah menjadi virus bagi siapa saja. Memaklumi adalah harga yang wajar bila melihat profil pemain yang banyak pekerja.

Menyerah

Orang-orang yang ditunggu tak kunjung datang. Jam sudah lewat 30 menit dari waktu jadwal bermain. Masih optimis untuk bermain di awal-awal.

Saya baru mengerti bahwa futsal adalah banyak melakukan pergantian pemain dalam pertandingan. Bisa keluar diganti hanya hitungan menit, dan kemudian masuk lagi. Seterusnya begitu.

Untungnya banyak pemain banyak di lapangan untuk sekedar bermain, kita dapat menginstirahatkan tubuh. Silih berganti bermain meski bukan seperti pertandingan futsal sebenarnya.

Sayangnya kali ini, stok pemain sangat terbatas. Benar-benar ngepress. Dengan sisa waktu masih 1 jam setengah, kami terpaksa menyerah. Kami kalah dan membiarkan 30 menit tersisa tidak digunakan.

Tubuh sangat lelah karena tidak ada pengganti. Dipaksakan hanya yang ada sebuah keterpaksaan dan terlihat bodoh di dalam lapangan.

Begitulah cerita jumat ini. Saya berharap jumat depan yang jatuh tanggal 1 November, semua orang bisa datang. Mari bersenang-senang sambil memberi nutrisi pada tubuh agar sehat selalu.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini