Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Wanita Baik

[Artikel 37#, kategori wanita] Dia begitu baik dengan semua orang. Bahkan, mantan sekalipun. Saya yang jadi mantannya masih saja dibuat cemburu karena memperlakukan mantan seperti teman biasa. Berbeda dengan saya yang tak dianggap dan hilang layaknya ditelan bumi. Wanita baik ini memang tak pantas disakiti.

Saya yang terus berusaha untuk kembali ke pelukannya (balikan) dianggap terlalu berlebihan katanya. Entah sejak kapan saja jadi berlebihan, mungkin saya sangat mencintainya atau karena tidak ingin mengulang masa lalu yang selalu pergi ditinggalkan.

Dia adalah wanita yang baik. Meski kami sudah putus, dia masih memberikan waktunya untuk mendengarkan rengekan prianya yang seperti anak kecil.

Hari ini, saya sepertinya benar-benar melepaskannya. Saya tak pantas bersanding dengannya yang masih memiliki rasa cemburu dan terlalu berlebihan. Sifat saya ini bakal menghancurkan masa mudanya yang sudah ruwet berjibaku arti kehidupan.

Saya percaya dia pasti dapat menyelesaikan tiap masalah yang dihadapinya. Apalagi banyak orang yang menyukainya.

Maafkan aku sayang yang masih begitu lemah dihadapanmu. Aku pergi bukan berhenti mencintaimu, aku pergi agar kamu bisa terbang bebas. 

Artikel terkait :

Komentar

  1. Move on bang! Move on!
    Been there done that, saat kita menganggap mantan "baik" kita secara tidak sadar merasa kitalah yang kurang baik dan itu "clingy" dan tidak sehat.
    Adakalanya lebih baik menganggap mantan brengsek dan membuangnya ke tong sampah.
    Sejak itu saya membatasi diri agar tidak cinta terlalu dalam pada cinta selanjutnya. Dan akhirnya saya menikahi pria yang bener2 juauuuuh lebih baik dari the ex.
    Setelah menikah baru all in dalam memberikan cinta. Saya rasa itu jalan terbaik.
    Hanya pendapat saya saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, thanks.

      Begitu ya. Pendapat yang menarik.
      Kadang saya berpikir begitu.
      Semoga kita semua terus diberi kebaikan.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini