Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Membuatnya Selalu Bahagia

[Artikel 35#, kategori wanita] Menjelang 6 bulanan, ia semakin sensitif. Sedikit saja kesalahan, ia tak segan marah. Kartu andalannya pasti ia keluarkan. Kalau sudah begini, saya harus menghiburnya. Tak peduli kata 'bacot' sering keluar. Minggu ini, membuatnya selalu bahagia adalah keharusan.

Menjadi dewasa, lagi-lagi menulis ini, benar-benar sulit. Ingin marah juga, ngambek juga, malah dikira tidak jauh dengan kelakuan anak muda yang baru melihat dunia. Malu sama umur. Ini benar-benar dituntut mengerti dan memahami. Satu sisi aman, satu sisi menderita karena sadar diri.

Entah sampai kapan? Apakah saya bisa santai sejenak dan melihatnya lebih dewasa atau saya harus tetap mengayomi nya.

Mari berpikir lebih jernih. Semua butuh pengorbanan. Tinggal sejauh mana itu dilakukan. Tidak semua orang mampu bertahan. Membuat seseorang yang dicintai bahagia selalu tentu tidaklah salah.

Mumpung masih bisa dilakukan, mengapa tidak diusahakan. Berjuanglah dengan semangat selama itu masih didekap. Dan menyerahlah, bila memang sudah ikhlas pergi demi kebahagiannya.

...

Tidak peduli apa yang terjadi. Minggu ini saya berkomitmen pada diri sendiri untuk membuatnya selalu bahagia. Saya selalu jatuh cinta kepadanya, entah kenapa menulis ini membuat saya tenang dan bersemangat.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini